Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Penumpang Angkutan Udara di Sulteng Tumbuh 3,39 Persen

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Sampai saat ini potensi ekonomi melalui jasa angkutan udara masih didominasi oleh Bandar Udara Mutiara SIS Aljufri yang ada di Kota Palu. Adapun bandara udara di beberapa kabupaten seperti Luwuk, Poso, Tolitoli, Buol, dan Tojo UnaUuna potensi ekonominya belum terlalu signifikan.

Petugas di bandara sedang mengangkut barang-barang penumpang yang baru tiba di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu beberapa waktu lalu. (Foto: Rony Sandhi)

Berdasarkan data yang ada, pada November 2017, dari 951 frekuensi penerbangan datang melalui enam Bandar udara, utama di Sulawesi Tengah, terdapat 164.805 aktivitas penumpang yang terdiri dari 82.153 orang penumpang berangkat, 79.177 orang penumpang datang, dan 3.475 orang penumpang transit.

“Jumlah penumpang tertinggi dilayani melalui Bandar Udara Mutiara SIS Aljufri mencapai 122.373 orang. Dan Bandar Udara Syukuran Aminuddin Amir Luwuk di urutan kedua sebanyak 29.994 orang,” jelas Wahyu Yulianto, Kabid Statistik Distribusi BPS Sulteng, Selasa (2/1).

Selanjutnya, jumlah penumpang yang dilayani Bandara Kasiguncu Poso sebanyak 2.839 orang, Sultan Bandara Bantilan Tolitoli sebanyak 3.697 orang, Bandara Tanjung Api Ampana sebanyak 2.909 orang dan Bandara Pogogul Buol sebanyak 2.993 orang.

Kalau dibandingkan Oktober 2017, terjadi penurunan frekuensi penerbangan sebesar 0,31 persen pesawat berangkat dan 3,06 persen pesawat datang. Sementara itu, jumlah aktivitas penumpang berangkat, datang dan transit justru mengalami peningkatan masing-masing sebesar 3,65 persen, 1,40 persen dan 3,76 persen.

Bila dibandingkan periode yang sama tahun 2016, terjadi peningkatan frekuensi penerbangan pada Januari-November 2017. Yakni sebesar 2,58 persen pesawat berangkat dan 1,54 persen pesawat datang. Jumlah penumpang transit di Bandara Udara di Sulteng, cenderung mengalami penurunan, mencapai sebesar 8,99 persen. “Tapi jumlah aktivitas penumpang mengalami peningkatan masing-masing sebesar 3,29 persen penumpang berangkat, 4,00 persen penumpang datang,” sebutnya lagi.

Sementara itu volume barang yang dibongkar melalui Bandar Udara selama November 2017 tercatat 1.236,92 ton (termasuk paket pos sebesar 7,55 ton). Mengalami kenaikan sebesar 2,01 persen dibandingkan Bulan Oktober 2017. Untuk barang yang dimuat tercatat 1.222,71 ton (termasuk paket pos sebesar 7,23 ton) atau naik 2,67 persen. “Bila dibandingkan periode yang sama tahun 2016, volume barang yang dibongkar dan dimuat pada Januari November 2017 mengalami peningkatan masing-masing sebesar 12,61 persen dan 8,91 persen,” jelasnya.

Untuk jasa angkutan laut, secara umum penumpang relatif lebih memilih pelabuhan Pantoloan dan Tolitoli. Sementara, pelabuhan kawasan Donggala lebih dominan digunakan sebagai layanan jasa angkutan barang. Berbeda dengan jasa angkutan udara, pengguna jasa angkutan laut terus mengalami penurunan.

Selama Bulan November 2017, frekuensi pelayaran yang beroperasi di pelabuhan diusahakan tercatat 66 kali. Mengalami penurunan mencapai 22,35 persen dibandingkan Bulan Oktober 2017 yang sebanyak 85 kali. Jumlah penumpang yang menggunakan angkutan laut melalui pelabuhan diusahakan mencapai 2.678 orang penumpang berangkat dan 2.066 orang penumpang datang. Sementara itu, volume barang yang dibongkar dan dimuat melalui pelabuhan diusahakan masing-masing tercatat 120.707 ton dan 5.810 ton. Dibandingkan periode yang sama tahun 2016, frekuensi pelayaran yang beroperasi di pelabuhan diusahakan selama Januari-November 2017 turun 17,20 persen.

“Penurunan ini berdampak pada penurunan jumlah penumpang berangkat dan datang masing-masing sebesar 18,74 persen dan sebesar 26,06 persen. Sedangkan untuk volume barang yang dibongkar dan dimuat mengalami penurunan masing-masing sebesar 21,07 persen dan 23,78 persen,” jelas Wahyu lagi.(ars)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.