alexametrics Pentingnya Peran Keluarga Untuk Peningkatan Kapasitas Disabilitas Intelektual – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Pentingnya Peran Keluarga Untuk Peningkatan Kapasitas Disabilitas Intelektual

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Masyarakat pada umumnya masih kesulitan membedakan penyandang disabilitas intelektual dibandingkan dengan disabilitas lainnya, yang mudah terlihat secara fisik.
Tidak jarang, penyandang disabilitas intelektual mendapatkan stigma sebagai anak yang bodoh, malas, tidak bisa bekerja dan sebagainya. 
Padahal, mereka mengalami keterbatasan fungsi pikir atau fungsi adaptif karena tingkat kecerdasan di bawah rata-rata sehingga mengalami hambatan dalam berinteraksi dengan lingkungan dan berpartisipasi secara penuh dan efektif berdasarkan kesamaan hak.

Kepala Seksi Layanan Rehabilitasi Sosial, Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual (BRSPDI) Nipotowe Palu, Nureja mengatakan,
Penyandang disabilitas Intelektual punya potensi jika dilatih dan dididik, terutama oleh keluarga. Sering kali didapati kasus dimana disabilitas intelektual cenderung dibiarkan dan tidak mendapatkan akses layanan yang diperlukan karena tidak terlihat secara fisik.

“Jika hal ini dibiarkan, penyandang disabilitas intelektual akan kesulitan hidup mandiri, berpatisipasi, dan mengembangkan potensinya secara optimal, yang berakibat hidup dalam kemiskinan,” ujar Nureja, kemarin (39/9).

BRSPDI Nipotowe di Palu yang merupakan Unit Pelaksana Tugas Kementerian Sosial RI, berupaya hadir memberikan pendampingan dan peningkatan kapasitas terhadap penyandang disabilitas intelektual, yang dilakukan di dalam balai maupun di luar balai, melalui program Atensi. Hal ini memerlukan kerjasama dan keterlibatan berbagai pihak, baik keluarga, masyarakat, pemerintah dan dunia usaha.

Salah satu program Atensi yang dilaksanakan adalah kegiatan pengembangan kewirausahaan melalui family support, yang pelaksanaannya sudah berjalan dua bulan ini, dari Agustus-September 2020, di 6 Desa yaitu Desa Kaleke, Rarampadende, Luku, Mantikole, Pewunu, dan Pesaku di Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi.
Hasil monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan oleh BRSPDI Nipotowe Palu hari ini (30/9), ditemukan adanya partisipasi aktif dan kemauan disabilitas intelektual untuk belajar kewirausahaan, baik melalui usaha ternak, tata boga, perbengkelan, maupun kerajinan semen pembuatan batako.
“Hasil karya disabilitas intelektual sudah terlihat, bahkan ada yang sudah dipasarkan,” sebut Nureja.

Lebih lanjut, Nureja mengatakan selain mendapatkan pelatihan kewirausahaan, disabilitas intelektual juga mendapatkan bantuan sosial kemandirian yang dikirim ke rekening peserta langsung. Namun, ada juga peserta yang mengalami hambatan karena kurang mendapatkan bimbingan dan dukungan keluarga.

“Ada yang kita temui tidak terdaftar dalam kartu keluarga, padahal dalam kartu keluarga sebelumnya ada terdaftar. Biasanya terjadi karena masalah keluarga, yang berakibat disabilitas intelektual menjadi korban. Setelah kita advokasi, akhirnya anak terdaftar kembali dan bisa mengakses bantuan sosial kemandirian yang diperlukannya,” terang Nureja.
Untuk itu, BRSPDI Nipotowe Palu berupaya terus melakukan advokasi dan mendorong keterlibatan keluarga, masyarakat dan pemerintah untuk melalukan pendampingan dan peningkatan kapasitas untuk kemandirian disabilitas intelektual.
“Mereka adalah anugerah Tuhan, yang tidak boleh kita sia-siakan,” demikian ungkap Nureja. (*/lib)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.