Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Peningkatan Gizi, Terapkan Program Kedaulatan Pangan

Upaya Dukungan Pencegahan Penyebaran Covid-19

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Pemulihan korban bencana gempa bumi 28 September 2020 di Kota Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala) disusul dengan kesiapan masyarakat memutus penyebaran bencana non alam Pandemi Covid-19 telah dilakukan Persekutuan Pelayanan Kristen untuk Kesehatan di Indonesia (PELKESI).

Projeck Manager PELKESI Sulteng, Otto Nodi Aftyanto, Selasa (1/12) di sela-sela pemaparan koordinator lapangan pendamping desa siaga bencana mengatakan, untuk membantu penyitas dalam program layanan kesehatan, seperti penguatan posyandu, peningkatan kesadaran masyarakat dan upaya pengurangan risiko bencana, pencegahan penyebaran Covid-19 dengan cara memberi pelatihan dan pemahaman seperti melalui workshop dan lain-lain.

Otto mengharapkan, melalui program-program yang dilakukan PELKESI selama ini menjadikan penyitas sebagai pelaku penolong, tidak hanya sebagai orang terselamatkan tetapi bisa bangkit menolong orang lain. “Sejak 1 Oktober 2018 hingga saat ini, kami sudah melakukan layanan kesehatan kepada para penyintas bencana, di Palu, Sigi dan Donggala,” ujarnya.

Otto menjelaskan, sebelum terjadinya pandemi Covid-19, PELKESI Sulteng sudah menerapkan program kedaulatan pangan, sebagai langkah meningkatkan makanan bergizi bagi masyarakat untuk menjaga imun tubuh tetap stabil, dengan menanam bahan makanan di pekarangan warga dan pembuatan jamu. “Beberapa kelompok binaan kami melalui koordinator lapangan sudah membuat program peningkatan gizi melalui tanaman bahan makanan, tanaman obat dan membuat jamu dari bahan tanaman yang ditanam di sekitar pekarangan rumah warga,” jelasnya.

Selain itu di masa pandemi Covid-19, selain memberikan pemahaman kepada warga untuk menaati protokol kesehatan, juga memberikan iklan layanan masyarakat melalui media radio dan para koordinator lapangan desa juga ikut membantu memberikan edukasi terkait penerapan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, rajin mencuci tangan dan selalu menjaga jarak.
Masa pandemi Covid-19 ini PELKESI juga telah memberi bantuan 8.000 helai masker, 16 ribu gelas jamu untuk 2.000 kelompok rentan seperti lansia, disabilitasi dan keluarga kurang mampu.

“Kami juga telah memberi makanan tambahan bagi bayi dan balita yang langsung diantar ke rumah warga dengan menerapkan protokol kesehatan. Ada 1.200 bayi dan balita menerima dan 2000 orang menerima bantuan multivitamin,” jelasnya.

Senada dengan itu, salah seorang koordinator lapangan Desa Tuva Kabupaten Sigi, Meilin mengungkapkan, selama masa pandemi Covid-19 di salah satu dusun di wilayah Desa Tuva sama sekali tidak tahu adanya penyebaran Virus Korona. Walaupun warga tersebut tinggal di wilayah dengan medan cukup sulit dan jauh dari desa, tapi mereka sering pergi ke pasar membawa hasil kebun untuk dijual.

Tentu juga mereka rawan terinveksi virus jika berada di keramaian kemudian tidak menggunakan masker. “Jadi program saya selain memberikan penjelasan terkait Virus Korona dan menaati protokol kesehatan, saya juga membawa bantuan masker dan jamu,” pungkasnya. (ron)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.