Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Pengusaha Mart jadi Anggota Dewan

BUOL-Sosok Rakhmat Yakup (45), pemilik usaha super market mini yang berkedudukan di Keluharan Leok II (dua) Kecamatan Biau, Kabupaten Buol tepatnya depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mokoyurli Buol. Kesehariannya bersama keluarga, bergelut dan mengurus usaha yang diberi nama perusahaan Asra Jaya yang kemudian berkembang dari Asra I sampai dengan Asra 4, hingga Asra Mart.

Dirinya tidak menyangka, setelah pertama kali terjun di politik menjadi calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) nomor urut 8 berhasil meraih satu kursi, setelah mengumpulkan dan meraih suara terbanyak di partainya. Kepercayaan masyarakat untuk mengemban amanah sebagai wakil rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buol.

Sementara itu, Gardamun salah seorang tokoh masyarakat Buol mengatatakan terpilihnya sang pemilik Asra Jaya di kursi dewan mendapat apresiasi positif dari masyarakat. Amanah yang diemban tidak mudah jika bukan ahlinya yang memperjuangkan kebijakan program pemerintah yang berbasis kesejahteraan. Sehingga dukungan terus mengalir, karena selain pengusaha tidak diragukan lagi untuk menjadi wakil rakyat di DPRD, yang sebenarnya sudah merakyat.

Rakhmat Yakup sudah berbuat dengan menciptakan lapangan kerja melalui usahanya, yang setidaknya sudah membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol memberi peluang lapangan kerja bagi putra-putri anak bangsa yang pengangguran.

“Kami berharap kiranya pak Mamat (panggilan akrab Rakhmat, red) bisa memperjuangkan usaha lapangan kerja bersama pemerintah ketika sudah berada di dewan, “pungkas Gardamun.

Tentang Rakhmat
Pria jebolan Fakultas Teknik Universitas Hassanudin (Unhas) Makassar ini dikenal pekerja keras, dan jujur dalam bertindak sebagai owner sekaligus direktur perusahaan. Dia merantau di negeri Pogogul sekitar awal tahun 2000, karena menikah dengan gadis Buol. Berbekal jiwa entrepreneur, Rahmat mulai membangun usahanya berbasis foto copy, pengetikan computer, dan penjualan alat tulis kantor (ATK). Usahanya direspon positif masyarakat Buol yang belum lama pisah dengan kabupaten induknya Kabupaten Tolitoli. Usaha baru dengan bendera Asra ini pun berkibar.

Tak lama kemudian, kakak kandung Ishak Yakub ini, membangun toko yang memadai sebagai jawaban pesatnya usaha ini. Dari tempat semulanya hanya menyewa, kini dia punya toko sendiri yang cukup besar di Kelurahan Kali. Hingga mengembangkan diri, membentuk group usaha dan lahirlah Asra 2, yang dipimpin Ishak, sang adik. Setelah itu, Rahmat membangun lagi Asra baru persis berhadapan dengan RSUD Mokoyurli. Tempat ini strategis menjadi pusat belanja bagi masyarakat. Berada di tengah-tengah kota. Ayah dari Kidi ini, di tahun 2007 sempat membuat Warnet, tetapi tidak bertahan lama, setelah ekspansi smartphone dan era digital. Dia lebih fokus di barang campuran dan foto copy. Padahal pelanggannya mulai dari wartawan, TNI-Polri, ASN, mahasiswa, pelajar, hingga ibu rumah tangga.

Kiprah di Parpol
Sosok Rakhmat yang cool ini, tetapi sering waspada terhadap orang yang baru dikenalnya, sudah lama dilamar beberapa partai politik (parpol). Mulai dari parpol gurem hingga parpol besar. “Saya berkeinginan masuk parpol, dengan tujuan untuk mensejahterakan rakyat. Dan parpol yang saya masuki itu memiliki visi dan misi Islami, “ tutur Rakhmat suatu ketika.

Sejak tahun 1999, di era reformasi, sistem banyak partai terus tumbuh, dan alam demokrasi Indonesia semakin membumi, bahkan diakui dunia. Rahmat di awal nya bukan tidak tertarik menjadi aktivis parpol tetapi masih memperkuat usahanya, hingga momentum itu datang, dan memilih PKS sebagai perahunya.

Kehadirannya di panggung politik lokal memberi warna. Dari seorang pengusaha yang hanya melihat panggung politik dari jauh, kini dia berada di dalamnya. Sekali datang langsung terpilih. Tidak sekadar meramaikan hiruk pikuknya perpolitikan Kabupaten Buol. Pribadi Rakhmat sangat cocok dengan kebutuhan rakyat Buol.

Bahkan partai besutan Sohibul Iman ini, yang dulunya di Buol tak pernah dapat kursi, sekarang sudah terisi, meski semata wayang. “ Kita perkuat dulu lah satu kursi ini, “ tandas Rakhmat.(tam/adv)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.