Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Pengusaha Asra Mart Resmi Dilantik

Jadi Anggota DPRD Kabupaten Buol

BUOL-Sosok Rakhmat Yakup, ST sang pemilik usaha Asra Mart Mini, tepatnya di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mokoyurli di Kabupaten Buol tidak asing lagi di mata masyarakat. Kesehariannya mengurus cabang-cabang usaha bersama keluarga, kini terus berkembang.

Dihadapan semua orang, Rakhmat tidak membeda-bedakan satu dengan yang lainnya. Ia memiliki pergaulan yang luas, dalam bersikap dan bertutur kata sangat santun, baik, dan ramah kepada semua orang.

Satu kesan yang tertanam di benak dan pikiran warga Buol, adalah cirinya yang khas, yakni murah senyum, berpenampilan oke, telah membuktikan keberhasilannya dalam membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Setidaknya telah berperan membantu mendukung program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol melalui cabang usahanya Asra Mart, dengan memberi peluang kerja kepada masyarakat yang butuh tambahan pekerjaan.

Pada Senin (9/9) resmi dilantik menjadi anggota DPRD Kabupaten Buol, untuk periode 2019-2024 dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Duduknya Rakhmat Yakub hasil pemilihan legislatif (Pileg) pada bulan April tahun 2019 lalu, banyak menguras tenaga, pikiran, hingga keluarga terabaikan. Dan perjuangan itu ternyata tidak sia-sia baginya, sebagai orang yang baru pertama masuk politik, merupakan sebuah berkah yang Allah SWT berikan kepada dirinya, serta keluarga turut memberi semangat untuk berjuang mengembangkan amanat rakyat di seluruh Kabupaten Buol.

Sebagai wakil rakyat, Rakhmat berkeyakinan apa yang menjadi amanat rakyat untuk menyahuti aspirasi wong cilik ketika sudah duduk di dewan. Semoga terlaksana, satu keinginannya bagaimana menghidupkan usaha kecil di pedesaan agar lapangan kerja terbuka, sekaligus mempererat hubungan kemitraan dengan pemerintah daerah melalui program unggulan yang berbasis ekonomi kerakyatan.

Serta perluasan jaringan keluar daerah agar pemasaran hasil produksi baik itu nelayan, petani, serta usaha kecil menengah terarah, yang kesemuanya itu merupakan langkah keberhasilan dalam mencapai kesejahteraan masyarakat, juga akan menopang peningkatan pembangunan daerah yang lebih maju dan berdaya saing.

Pria jebolan Fakultas Teknik Universitas Hassanudin (Unhas) Makassar ini dikenal pekerja keras, dan jujur dalam bertindak sebagai owner sekaligus direktur perusahaan. Dia merantau di negeri Pogogul sekitar awal tahun 2000, karena menikah dengan gadis Buol. Berbekal jiwa entrepreneur, Rakhmat mulai membangun usahanya berbasis foto copy, pengetikan computer, dan penjualan alat tulis kantor (ATK). Usahanya direspon positif masyarakat Buol yang belum lama pisah dengan kabupaten induknya Kabupaten Tolitoli. Usaha baru dengan bendera Asra ini pun berkibar.

Tak lama kemudian, kakak kandung Ishak Yakub ini, membangun toko yang memadai sebagai jawaban pesatnya usaha ini. Dari tempat semulanya hanya menyewa, kini dia punya toko sendiri yang cukup besar di Kelurahan Kali. Hingga mengembangkan diri, membentuk group usaha dan lahirlah Asra 2, yang dipimpin Ishak, sang adik. Setelah itu, Rakhmat membangun lagi Asra baru persis berhadapan dengan RSUD Mokoyurli. Tempat ini strategis menjadi pusat belanja bagi masyarakat. Berada di tengah-tengah kota. Ayah dari Kidi ini, di tahun 2007 sempat membuat Warnet, tetapi tidak bertahan lama, setelah ekspansi smartphone dan era digital. Dia lebih fokus di barang campuran dan foto copy. Padahal pelanggannya mulai dari wartawan, TNI-Polri, ASN, mahasiswa, pelajar, hingga ibu rumah tangga.

Sosok Rakhmat yang cool ini, tetapi sering waspada terhadap orang yang baru dikenalnya, sudah lama dilamar beberapa partai politik (parpol). Mulai dari parpol gurem hingga parpol besar.

“Saya berkeinginan masuk parpol, dengan tujuan untuk mensejahterakan rakyat. Dan parpol yang saya masuki itu memiliki visi dan misi Islami, “ tutur Rakhmat suatu ketika.

Sejak tahun 1999, di era reformasi, sistem banyak partai terus tumbuh, dan alam demokrasi Indonesia semakin membumi, bahkan diakui dunia. Rakhmat di awal nya bukan tidak tertarik menjadi aktivis parpol tetapi masih memperkuat usahanya, hingga momentum itu datang, dan memilih PKS sebagai perahunya.

Kehadirannya di panggung politik lokal memberi warna. Dari seorang pengusaha yang hanya melihat panggung politik dari jauh, kini dia berada di dalamnya. Sekali datang langsung terpilih dan kini sudah di lantik menjadi anggota DPRD. Tidak sekadar meramaikan hiruk pikuknya perpolitikan Kabupaten Buol, akan tetapi pribadi Rakhmat sangat cocok dengan kebutuhan rakyat Buol.

Bahkan partai besutan Sohibul Iman ini, yang dulunya di Buol tak pernah dapat kursi, sekarang sudah terisi, meski semata wayang. “ Kita perkuat dululah satu kursi ini mudah-mudahan kedepan lebih dari satu kursi PKS, “ demikian pungkas Rakhmat.(tam)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.