Pengunjung Danau Tambing Meningkat, BTNLL Perketat Prokes Covid-19

- Periklanan -

PALU – Di masa Pendemi Covid-19 pengunjung ke wilayah Balai Taman Nasional Lore Lindu (BTNLL), khususnya ke destinasi Danau Tambing justru mengalami peningkatan.

Kepala BTNLL Sulteng, Ir. Jusman di kantor BTNLL Sulteng di Jalan Moh. Yamin, Senin (16/11) mengatakan, tingkat kunjungan masyarakat ke taman nasional lore lindu sangat tinggi. Saat ini menerapkan kuota hanya bisa pengunjung 20 persen dari idealnya atau saat kondisi normal sebelum Covid-19.

Misalnya sebelumnya pandemi Covid-19, kunjungan ke Danau Tambing dalam kondisi normal bisa sampai 1.000 orang. Kondisi pandemi Covid-19 di awal-awal kunjungan sempat ditutup total dari pengunjung, kemudian bisa dibuka kembali namun dengan pembatasan.

Selain itu, pengunjung juga menerapkan protokol kesehatan (Prokes) dengan penerapan 3 M yakni, Memakai masker Mencuci tangan Menjaga jarak dan menghindari kerumunan.
“Belakangan ini pengunjung dibatasi, hanya diizinkan berkunjung paling banyak 200 orang,” Jusman.

Namun dengan adanya pertimbangan agar pariwisata tidak menjadi stagnan, juga animo masyarakat hari-hari terakhir menjadi meningkat, sehingga diambil kebijakan untuk menambah jumlah kunjungan menjadi 30 persen. “Bahkan sebagian pengunjung datang ke Danau Tambing ada yang dari jauh-jauh,” katanya.

- Periklanan -

Jusman mengungkapkan, tantangan kedepan, agar ada alternatif destinasi yang lain, sehingga ketika kunjungan satu destinasi penuh, bisa diarahkan ke destinasi lainnya.

Pihak BTNLL terus melakukan evaluasi, termasuk kepatuhan terhadap protokol Covid-19. Para pengujung relatif dapat dikendalikan dan kepatuhan protokol kesehatan sangat baik. “Saat ini kami sedang mengusulkan ke pimpinan agar bisa menaikan kuota jumlah kunjungan bisa sampai 50 persen,” ujarnya.

Jusman menambahkan, dalam waktu dekat ini diharapkan pengunjung ke destinasi Danau Tambing kuotanya bisa ditingkatkan atau bisa sampai 500 orang.

Sementara di tengah pandemi Covid-19 saat ini, khusus untuk kunjungan di wilayah taman nasional yang memiliki risiko tinggi, seperti mendaki ke Gunung Nokilalaki dianjurkan untuk tidak dibuka dulu. Walaupun faktanya, ada beberapa yang naik, namun tetap diawasi sebagai tugas dan tanggungjawab dari balai taman nasional.

“Kami akan terus evaluasi untuk perbaikan kedepan. Agar pengunjung bisa lebih diatur dengan baik dan lebih penting adalah tetap dengan protokol kesehatan,” pungkasnya. (ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.