Pengumuman Penerimaan Siswa Baru SMP 1 Palu Molor

- Periklanan -

Suasana pengumuman PPDB tingkat SMP di Kota Palu, Senin (10/7). (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Sesuai rencana, hasil PPDB tingkat SMP se-Kota Palu resmi diumumkan di masing-masing sekolah, Senin (10/7). Sejak pendaftaran PPDB tingkat SMP dimulakan 3 Juli lalu, penerapan sistem zonasi yang mengharuskan siswa mendaftar di sekolah yang terdekat dengan tempat tinggal, mulai menjadi buah bibir.

Ada yang pro, namun tidak sedikit pula yang menolak. Namun pemerintah melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palu bersikukuh sistem baru ini akan berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana tanpa ada penghalang yang berarti.

Dengan komitmen tersebut, Disdik benar-benar berupaya mencegah segala hal-hal yang diindikasikan akan menjadi penghalang penerapan sistem ini. Tercatat, berbagai pertemuan dilakukan antara Disdik dengan seluruh Kepsek. Bukan hanya 1 atau 2 kali. Bahkan hingga detik-detik terakhir pengumuman PPDB, pihak Disdik masih melakukan dengan Kepsek, Dewan Pendidikan Kota Palu, PGRI Kota Palu, serta melibatkan Ombudsman. Sejak hari pertama pendaftaran hingga penutupan PPDB, Kantor Disdik Kota Palu yang terletak di Jalan Masjid Raya, Kelurahan Lolu Selatan selalu ramai didatangi orang tua siswa yang mengeluhkan penerimaan sistem zonasi.

Di sisi lain, pihak Disdik, terus berkoordinasi dan membangun komitmen dengan seluruh Kepsek agar bersama-sama menyukseskan sistem zonasi yang penerapannya secara tegas dilakukan tahun ini.

“Kita ingin perbaiki Pendidikan di kota ini. Tujuan yang ingin kita capai, pendidikan yang merata, berkeadilan, dan berkualitas,” ucap Kepala Disdik Kota Palu, Ansyar menjelaskan tujuan penerapan sistem zonasi.

- Periklanan -

Sehari setelah ditutup pendaftaran Kamis (6/7) lalu, pihak Disdik melakukan pertemuan bersama pihak Kelurahan.  Setelah pertemuan tersebut, bukannya istirahat dan bisa bernafas lega, pihak Disdik dan Kepsek SMP se Kota Palu mulai disibukkan dengan verifikasi berkas seluruh pendaftar di semua SMP tanpa terkecuali yang dilaksanakan selama 3 hari. Karena dalam pertemuan dengan pihak  Kelurahan, banyak surat domisili untuk pendaftaran PPDB, tidak berani dipertanggungjawabkan oleh Lurah sehingga sebagian besar domisili tersebut dibatalkan oleh Lurah masing-masing.

“Sudah dibuatkan pembatalan surat domisili karena ada yang dibuat oleh pejabat di bawah lurah. Lurah juga tidak berani bertanggung jawab kebenaran domisili sehingga sebagian besarnya sudah dibatalkan,” jelas Ansyar.

Akibat pembatalan tersebut, seluruh berkas siswa yang mendaftar di masing-masing sekolah diperiksa secara detil satu per satu oleh Kepala Disdik, Ketua MKKS Kota Palu, Ketua PGRI Kota Palu, Ketua Dewan Pendidikan Kota Palu, dan Kepala Perwakilan Ombudsman Sulteng. Alih-alih akan melakukan pengumuman PPDB di pagi hari, berkas seluruh sekolah kecuali SMP Negeri 1 Palu baru selesai terverifikasi Senin siang, kemarin. Bahkan, Kepsek baru bisa membawa hasil pengumuman yang ditandatangani Kepala Disdik, Ansyar Sutiadi, Ketua PGRI Kota Palu, Hardi, Ketua MKKS Kota Palu, Hadi Wisusanto, Ketua Dewan Pendidikan Kota Palu, Dr Syamsul Bahar MM, dan Kepala Perwakilan Ombudsman Sulteng, H Sofyan Farid Lembah, pukul 15.30 atau hanya berselang 30 menit dari ketetapan pengumuman yang dilaksanakan pukul 16.00.

Sementara itu, dari hasil dari pemeriksaan berkas yang dilakukan Kepala Disdik Kota Palu, Ketua PGRI Kota Palu, Ketua MKKS Kota Palu, Ketua Dewan Pendidikan Kota Palu, dan Kepala Perwakilan Ombudsman Sulteng, didapati 71 pendaftar di SMP Negeri 1 Palu yang tidak sesuai zona. Hal ini berdampak pada penundaan pengumuman di SMP yang selama ini dikenal sebagai SMP favorit tersebut. Saat seluruh SMP se Kota Palu sudah melaksanakan pengumuman sore kemarin, SMP Negeri 1 Palu baru akan melaksanakannya hari ini jika verifikasi berkasnya selesai dilakukan.

“Untuk SMP 1 Palu, kita akan kembali verifikasi berkasnya besok (hari ini, red). Jika bisa selesai, pengumumannya akan langsung dilakukan besok (hari ini, red),” jelas Ansyar.

Sementara, Kepala SMP Negeri 1 Palu, Hardi kepada media ini membantah jika sekolah yang dipimpinnya tersebut menerima pendaftar dari luar zona. Hardi menjelaskan, keterlambatan pengumuman yang dilakukan di sekolahnya akibat dari jumlah pendaftar yang membludak sehingga verifikasi berkas belum selesai dilakukan dan akan dilanjutkan hari ini.

“Tidak ada yang diterima di luar zona. Verifikasi berkasnya belum selesai karena banyak pendaftar. Verifikasinya akan dilanjutkan besok (hari ini, red). Di sekolah juga sudah ada yang memberitahukan jika pengumuman akan dilakukan besok (hari ini, red),” demikian kata Hardi yang juga Ketua PGRI Palu. (saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.