Pengprov PBSI Sulteng Berikan Dukungan Penuh

Kepada Agung Firman Sampurna Jadi Ketum PBSI Pusat

- Periklanan -

PALU – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sulawesi Tengah mendukung sepenuhnya Dr Agung Firman Sampurna menjadi Ketua Umum Pengurus Pusat PBSI. Kepengurusan Ketua Umum PBSI, Wiranto sendiri akan segera berakhir masa bakti-nya, dan akan berganti dengan pengurus baru masa bakti 2020 hingga 2024.

Dukungan penuh itu disampaikan langsung oleh Sekretaris Umum Pengprov PBSI Sulawesi Tengah, Ir Muhlis Lamboka. Ia menyebut sosok Agung Firman Sampurna, yang juga Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia ini, dinilai sangat layak untuk memimpin organisasi PP PBSI untuk masa bakti 2020-2024.

“Alasannya beliau masih muda dan potensial serta mempunyai komitmen tinggi terhadap bulutangkis, Agung juga merupakan tokoh nasional yang punya kemampuan intelektual dan berpengalaman memimpin lembaga besar seperti BPK,” jelas Muhlis.

- Periklanan -

Dia berharap, komitmen Agung Firman Sampurna membawa PBSI mandiri secara keuangan dan tidak tergantung dari satu sponsor saja, serta melakukan desentralisasi pembinaan di daerah khususnya di luar pulau Jawa, baik berbentuk Pusdiklat Bulutangkis atau Pelatwil Bulutangkis yang pembiayaannya dibebankan kepada PP PBSI benar-benar dapat diwujudkan.

Ketua BPK RI, Dr. Agung Firman Sampurna telah mendapatkan surat pernyataan dukungan dari 29 Pengprov PBSI se-Indonesia, bertambah dari sebelumnya pada bulan september 26 dukungan Pengprov, kini kabarnya sudah mendapat 29 dukungan dari Pengprov PBSI se- Indonesia. Pengprov PBSI Sulawesi Tengah sendiri sudah memberikan dukungan pada beliau sejak bulan Agustus 2020. “Dengan dukungan 29 Pengprov tersebut Agung Firman Sampurna berpeluang besar terpilih secara aklamasi menggantikan Wiranto sebagai Ketum PP PBSI masa bakti 2020-2024,” ungkap Sekretaris PBSI Sulteng.

Rencananya Musyawarah Nasional (Munas) PP PBSI akan digelar pada 5-6 November 2020 mendatang di Tangerang – Banten. Sesuai ketentuan AD/ART PBSI dan Peraturan Organisasi PBSI, Syarat Bakal Calon Ketua Umum antara lain Surat Dukungan dari sekurang-kurangnya 10 (sepuluh) pemilik suara, yaitu Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI yang sah, artinya jika tidak ada perubahan dari 29 dukungan tersebut Agung bisa aklamasi sehingga suhu Munas tidak terlalu panas.

“Masyarakat bulutangkis Indonesia sangat mengharapkan akan lahir Ketua Umum PP PBSI yang dapat meningkatkan prestasi Bulutangkis Indonesia secara konsisten di tingkat Internasional, semoga, Amiin Yaa Rabbal Alamiin,” tandas Muhlis. (agg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.