Penggelapan Uang di Diler, Polisi Kumpulkan Keterangan Saksi

- Periklanan -

Kapolsek Palu Selatan Kompol Malsukri bersama dengan pelaku penggelapan uang nasabah IR (26) saat menjelaskan kepada wartawan. (Foto: Wahono)

PALU– IR (26), karyawati salah satu diler mobil di Jalan Juanda Kelurahan Lolu Utara, Kota Palu, masih mendekam di tahanan Polsek Palu Selatan. Gadis yang baru setahun bekerja sebagai marketing di diler tersebut, saat dibekuk saat berada di perumahan di Jalan Anoa Kelurahan Tatura Utara, Kecamatan Palu Selatan, Rabu (6/9) lalu. Dia dilaporkan oleh pihak perusahaan yang merasa dirugikan dengan penggelapan uang nasabah sebesar Rp115 juta.

“Karena uang dari nasabah itu tidak disetor kepada perusahaan sebesar Rp115 juta sehingga pihak perusahaan melaporkan kerugian ini ke kami, dengan jumlah empat unit mobil jenis Daihatsu selama satu tahun kerja yang dikumpulkan dari setoran mobil tersebut,” ungkap Kapolsek Palu Selatan Kompol Malsukri Raja, Jumat (8/9) kemarin, saat ditemui di ruang kerjanya.

- Periklanan -

Saat ini pihak Polsek Palu Selatan, apabila telah selesai penyidikan dengan mengumpulkan keterangan beberapa saksi, maka IR akan dijerat dengan pasal penggelapan. “Hukumannya itu 5 tahun penjara,” kata Malsukri.

Sementara IR mengaku, saat dia sudah bekerja sebagai marketing di diler tersebut, ada masalah dengan perusahaan tempat dia bekerja itu.

“Karena rumah saya saat itu mau dilelang, katanya dapat diselesaikan dengan Koperasi Pendawa, itu pun saya memiliki bukti, dan orang tua saya juga mengetahui bahwa uang itu juga digunakan untuk berobat oleh keluarga,” jelasnya.

Dari empat unti mobil yang diangsur oleh nasabah, setiap unit mobil yang diambil ada yang sebesar Rp19 juta, Rp13 juta, Rp60 juta, dan Rp24 juta. “Itu saya ambil bersamaan pembayarannya pada bulan Juni 2017, dan untuk yang Rp60 juta saya ada membuat perjanjian dengan pihak kantor bahwa ada jaminan sertifikat tanah saya sebagai jaminan,” ujar IR. (who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.