Pengerukan Danau Poso Ancam Kerusakan Cagar Budaya

GKST Minta Poso Energy Hentikan Pengeboran Batu di Dasar Danau Poso

- Periklanan -

POSO – Pengerukan dengan metode penyedotan pasir di dasar danau Poso di tepatnya di sekitar lokasi Jembatan Pamona, khususnya di pinggiran cagar budaya Gua Pamona Tentena mengancam kerusakan batu-batu di dasar Danau Poso.

Menyikapi aktivitas pengerukan dan penghancuran bebatuan di dasar danau Poso khususnya di sekitar area Gua Pamana, Majelis Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) melayangkan surat resmi kepada pihak PT. Poso Energy selaku pelaksana proyek pengerukan dasar Danau Poso.

Dikonfirmasi Radar Sulteng, Rabu (3/2) Ketua Majelis Sinode GKST, Pendeta. Jetroson Rense, MTh membenarkan pihak Majelis Sinode GKST telah mengirim surat PT. Poso Energy. “Benar sudah kami kirimkan ke PT. Poso Energy kemarin,” kata Jetroson melalui pesan WhatsApp.

Adapun perihal surat yang dikirimkan ke PT. Poso Energy jelas Jetroson Rense terkait, penghentian batu dasar danau/sungai di area Gua Pamona.

- Periklanan -

Memperhatikan pengerjaan pengeboran batu-batu dasar Danau Poso/ sungai di aera Gua Pamona yang sementara berjalan, maka dengan ini Majelis Sinode GKST mengajukan pertimbangan masukan di antaranya, batu-batu di dasar danau/sungai area Gua Pamona patut diduga memiliki keterkaitan erat dengan batu-batu di dinding Gua Pamona, yang bila tidak diperhitungkan dengan baik akan mendatangkan dampak kerusakan yang besar terhadap Gua Pamona dan sekitarnya.

Gua Pamona merupakan gua purbakala yang telah ditetapkan sebagai situs cagar budaya yang dilindungi oleh undang-undang Nomor 5 tahun 1992. Lokasi area Gua Pamona berada di dalam penguasaan tanah milik GKST.

Mengingatkan kembali awal pengerjaan pengerukan dasar danau/ sungai Poso sosialisasi yang dipaparkan oleh pihak perusahaan PT. Poso Energy adalah melakukan pengerukan sedimen-sedimen (pasir/lumpur) di dasar danau/sungai dengan lancarnya pergerakan air, bukan penghancuran batu-batu di dasar danau. “Berdasarkan beberapa poin tersebut Majelis Sinode GKST meminta kepada pimpinan PT. Poso Energy untuk menghentikan pengeboran batu-batu di area Gua Pamona, demi keberlangsungan kelestarian lingkungan dan kemaslahatan bersama,” jelas Jetroson.

Dikonfirmasi terpisah Humas PT. Poso Enery, Cristian Gundo belum memberikan penjelasan terkait surat permintaan penghentian aktivitas pengeboran batu di sekitar Gua Pamona dari Majelis Sinode GKST. “Selamat siang pak .. Maaf slow balasnya.. Saya check dulu, saya cuti soalnya pak..,” tulis Cristian melalui pesan WhasApp.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan dari pihak PT. Poso Energy terkait permintaan penghentian pengeboran dan penghancuran batu-batu di dasar danau Poso. (ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.