Pengeroyokan Berujung Maut di Lorong Kapista Palu

- Periklanan -

Ilustrasi

PALU- Kasus pengeroyokan yang terjadi di Jalan Cut Mutia Lorong Kapista, Kecamatan Palu Timur, Selasa (11/7) malam sekitar pukul 21.00 Wita, berujung maut. Akibat kejadian itu mengakibatkan korban yang bernama Rasid (61) menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Anutapura Palu.

Korban mengalami pendarahan karena terluka parah. Beberapa bagian tubuhnya yang terluka antara lain, luka robek di bagian kaki, luka tusuk di bagian rusuk sebelah kanan. Kemudian dua luka tusuk di bagian belakang korban. Karena itulah nyawa Rasid tak bisa tertolong.

Informasi yang berhasil dihimpun koran ini, awal kejadian bermula sekitar pukul 20.40 Wita. Saat itu rumah korban dikepung banyak orang. Istri korban yang juga saksi mata, Raharia mengisahkan, sebelum suaminya terbunuh terjadi dulu pengeroyokan. “Selain dikepung, rumah kami juga dilempari batu,”kata sang istri.

Untuk menghindari amukan massa dan lemparan batu, Rasid berusaha keluar rumah dengan cara lewat pintu belakang. Namun beberapa orang yang tidak diketahui identitasnya, berusaha mengejar korban hingga mendapatinya. Di situlah para pelaku melakukan pengeroyokan.

Selang beberapa menit setelah kejadian, Tim Buser dari Polsek Palu Timur mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Polisi mendapat laporan dari warga bahwa di Lorong Kapista telah terjadi keributan. Saat Tim Buser datang di TKP, korban didapati sudah terkapar di tanah.

- Periklanan -

Nahasnya lagi, massa yang melakukan pengeroyokan masih berada di sekitar korban, sehingga salah satu anggota Buser terpaksa melepaskan tembakan supaya massa mundur dan menjauh dari korban.

Setelah itu barulah massa membubarkan diri. Lalu tiba mobil patroli Polsek Palu Timur bersama Reimas Polda dan Reimas Polres Palu, untuk memback-up Tim Buser Polsek Palu Timur. Situasi pun dapat dikendalikan.

Selanjutnya korban dilarikan RS Bhayangkara untuk mendapat pertolongan. Rabu (12/7) dini hari sekitar pukul 01.00 Wita, korban terpaksa dirujuk dari RS Bhayangkara  ke RS Anutapura Palu. Hanya satu jam dari situ, korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit.

Diduga kejadian tersebut buntut dari perkelahian dua hari sebelumnya, Minggu (9/7), antara korban dan Rivaldi yang berakibat Rivaldi harus dirawat di RS Bhayangkara. Namun korban lebih dahulu dipulangkan, karena kondisi korban dinyatakan telah membaik. Saat ini, Rivaldi dan pelaku lainnya masih dalam tahap pemeriksaan di Polres Palu.

Sementara Paur Humas Polres Palu, Aiptu I Kadek Aruna mengatakan, kasus pengeroyokan yang terjadi di wilayah Palu Timur, Polres Palu telah melakukan pemeriksaan kepada dua pelaku yang diduga terlibat.

“Baru dua pelaku kami periksa dalam kasus ini. Tapi belum bisa disebutkan namanya karena masih dalam tahap pemeriksaan. Nanti kalau sudah ditetapkan tersangka, baru kami sebut identitas pelaku yang sedang diperiksa,” ujar Kadek.

Data yang diperoleh menyebutkan, pemeriksaan dilakukan di Unit II Reskrim Polres Palu. Sekarang sudah ada tiga orang yang terus dimintai keterangan. Mereka kuat dugaan menjadi pelaku utama. Ketiganya inisial MA, IS, dan KI. (who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.