Pengendali Sabu 25 Kilogram adalah Narapidana yang Kabur

- Periklanan -

PALU – Polisi masih memburu otak dari pengiriman 25 kilogram sabu-sabu yang diduga kini berada di Malaysia. Orang tersebut diketahui merupakan pengendali sabu-sabu dan merupakan Narapidana, yang berhasil melarikan diri pada bencana 28 September 2018 lalu.

Hal itu disampaikan Kapolda Sulteng, Irjen Pol Syafril Nursal dalam ekspos kasus sabu sebanyak 25 Kilogram di Mapolda Sulteng, Selasa (30/6) kemarin.

Disampaikan Kapolda, dari hasil penelusuran sebelumnya, nama pengendali bisnis sabu asal Malaysia ini sudah dikantongi anggotanya. “Kami sudah lama mengendus keberadaan sindikat Narkoba ini. Pengendalinya ini warga binaan Lapas yang divonis dalam kasus yang sama dan pernah melarikan diri pada Gempa lalu inisialnya S. Dia yang kendalikan dari Malaysia,” sebut Kapolda.

Sementara dua pelaku yang diamankan berinisial R (36) dan AM (38) juga merupakan residivis dalam kasus sabu. Keduanya pun kini tengah berada dalam perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara karena mendapat hadiah timah panas dari petugas.

Khusus kedua pelaku ini, Kapolda berharap, keduanya dan para pelaku yang terlibat termasuk pengendali dapat dihukum mati. “Kita berharap mereka dapat hukuman mati karena banyak masyarakat yang akan jadi bodoh kalau sabu-sabu sebanyak ini bisa lolos,” jelasnya.

Disinggung terkait peran dua pelaku yang lebih dahulu diamankan ini, Kapolda menyebut, bahwa peran keduannya masih terus ditelusuri. Yang jelas kata mantan Direktur Reserse Narkoba Polda Riau ini, keduanya lah yang tertangkap tangan membawa 25 kilogram sabu tersebut. “Kami sudah lama mengintai mereka, dan karena sabar menunggu maka hasil yang kami dapat cukup besar,” sebut Syafril.

- Periklanan -

Dia menjelaskan, sabu-sabu seberat 25 kg ini berasal dari Negara Malaysia melalui jalur laut kemudian melintasi Kalimantan dan masuk ke wilayah Perairan Donggala.

Kapolda mengaku prihatin dengan kondisi angka pengguna narkoba di wilayahnya yang cukup tinggi dan bahkan menduduki rangking ke empat di Indonesia. Untuk itu dia mengajak kepada seluruh warga di wilayahnya bersama-sama memerangi peredaran narkoba.
“Karena tidak cukup polisi sendiri, perlu keikutsertaan masyarakat memberikan informasi kepada aparat kepolisian bila mengetahui ada peredaran narkoba di wilayahnya, sebab jika tidak, generasi muda kita terancam oleh penggunaan narkoba,” tutur alumni Akabri tahun 1986 itu.

Selain 25 kg sabu-sabu, polisi juga menyita satu mobil hartop warna putih DN 1946 LK, tiga unit telepon genggam, dan satu sepeda motor Yamaha NMax.

Sebelumnya diberitakan, salah seorang pengendara yang hendak melintas ke Kota Palu ditahan di Pos pemeriksaan Kelurahan Pantoloan, Minggu malam (28/6). Dari hasil pemeriksaan di lapangan aparat Ditresnarkoba Polda Sulteng berhasil mengamankan 25 paket besar sabu-sabu.

Diperkirakan sabu sebarat 25 kilogram nyaris masuk Kota Palu. Informasi yang diperoleh Radar Sulteng menyebutkan, bahwa pada Minggu malam tersebut aparat gabungan Ditresnarkoba Polda Sulteng melaksanakan giat di pos pemeriksaan Pantoloan.

Dari hasil pemeriksaan terhadap 1 unit mobil jenis Hartop warna putih, aparat melihat gelagat yang tidak wajar. Pemeriksaan terus dilakukan dan akhirnya mendapatkan bungkusan kantong plastik yang isinya 25 paket sabu. Malam itu juga tersangka dan barang bukti langsung diamankan ke Mapolda Sulteng.

Seperti yang terekam dalam video beredar bahwa serbuk putih tersebut dibungkus menggunakan kantongan plastik berwarna hitam. Hal tersebut digunakan untuk mengelabui petugas di lapangan. Namun aparat gabungan Polda Sulteng tidak mau dikelabuhi dan melakukan pemeriksaan lebih teliti dan dicurigai bahwa barang tersebut bukanlah terigu melainkan narkoba jenis sabu. (agg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.