Pengembangan Desa Wisata Berbasis Anggrek Alam di Desa Karunia Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi

Oleh : Dr Zulkaidhah SP MP, Dr Asri Pirade P SSi MSi, Sustri SHut MSc, Dr Hut Ir Ariyanti MP *)

- Periklanan -

DESA Karunia merupakan salah satu desa yang berbatasan langsung dengan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL). Sebagai salah satu kawasan konservasi di Sulawesi tengah, Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Salah satu potensi sumber daya hutan adalah anggrek alam yang diperkirakaan sekitar 50 genus anggrek menyebar pada ketinggian 600-800 mdpl di wilayah TNLL.

Beberapa diantaranya termasuk endemik seperti anggrek bulan merah (Phalaenopsis celebencis), anggrek bulan putih (Phalaenopsis amabilis) dan anggrek bulan kuning (Phalaenopsis amboinensis), Coelogyne sp., Bulbophyllum, Dendrobium, Vanda dan berbagai jenis lainnya yang memiliki nilai estetika tinggi. Hal inilah yang menjadi factor penyebab banyaknya masyarakat Desa karunia yang mengembangkan anggrek alam sebagai pendapatan tambahan.
Penduduk Desa Karunia sebagian besar memiliki mata pencaharian utama sebagai petani. Selain bertani, juga menggantungkan hidupnya dari pengambilan hasil hutan. Pengambilan anggrek alam dari hutan yang kemudian dijual secara langsung pada kolektor-kolektor anggrek maupun kepada pengumpul yang nantinya akan dijual kembali di nursery-nurseri yang ada di Kota Palu dianggap sebagai mata pencaharian tambahan yang sangat menjanjikan.
Hal ini dilakukan karena selain anggrek alam bisa dengan mudah di dapatkan di dalam kawasan hutan, anggrek ini juga memiliki harga jual yang sangat tinggi dibanding dengan jenis tanaman hias lainnya, sehingga memiliki prospek bisnis yang sangat baik.

Beberapa tahun terakhir usaha penjualan anggrek alam semakin meningkat di Desa Karunia. Hal ini terlihat dengan adanya beberapa kelompok tani yang terbentuk yang bergerak dalam usaha penjualan tanaman hias khususnya anggrek alam. Hingga saat ini kelompok tani anggrek mengembangkan pola usaha perdagangan masih sebatas mengambil bunga dari dalam kawasan hutan. Secara ekonomi hal ini sangat membantu masyarakat karena dapat memberikan pendapatan tambahan. Namun jika hal ini dibiarkan secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama akan mengancam kepunahan anggrek yang ada di wilayah TNLL yang sebagian besar merupakan anggrek endemik Sulawesi, karena kegiatan ini tidak dibarengi dengan kegiatan pelestarian.

- Periklanan -

Usaha pengembangan anggrek alam di Desa Karunia masih sangat terbatas mengingat pengelolaannya masih dilakukan secara konvensional. Bahkan hanya memanen anggrek di wilayah TNLL kemudian dijual. Hal ini menyebabkan, selain kontinuitasnya tidak bisa dijamin, produktivitasnya rendah sehingga tidak mampu memproduksi dalam jumlah banyak dan kontinu, sehingga suplay ke masyarakat di Kota Palu terbatas. Selain itu, masyarakat belum secara optimal mengetahui teknik-teknik perawatan anggrek yang professional sehingga kualitas anggrek kurang baik.
Pengembangan tanaman anggrek alam memiliki prospek pasar yang sangat menjanjikan karena sebagai tanaman hias, anggrek alam mempunyai bentuk yang sangat beragam dan warna yang sangat indah, sebagai tanaman hias dapat hidup lama di dalam ruangan, aggrek memiliki harga jual yang sangat tinggi dibanding dengan jenis tanaman hias lainnya, dapat dipasarkan dalam bentuk bunga pot maupun bunga potong, serta beberapa jenis anggrek juga memiliki umbi semu yang mengandung serat yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan anyaman kerajinan tangan.

Potensi inilah yang nantinya bisa dimanfaatkan bagi penduduk Desa Karunia sebagai kunci alternatif strategi perlindungan dan pelestarian anggrek alam. Salah satunya yaitu untuk dikembangkan sebagai obyek penunjang dunia pariwisata. Selain mampu memberi income langsung kepada pemda setempat, sektor pariwisata secara langsung/tak langsung juga memberi imbas pada pergerakan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di sekitar kawasan Taman Nasional. Salah satu bentuk program alternatif dalam mengembangkan pola wisata ekologis (ecotourism) adalah kegiatan perlindungan anggrek alam sebagai organisme yang terancam punah dan juga habitat tempat hidup anggrek alam.

Tujuan Kegiatan :
Program PPDM ini perlu dilakasanakan dengan tujuan untuk membantu masyarakat sasaran dalam hal ini adalah masyarakat Desa Karunia untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal melalui usaha pengembangan anggrek alam yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pengembangan desa secara terintegrasi menuju Desa Wisata Berbasis Anggrek.
Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) merupakan Model Pemberdayaan Masyarakat Dalam pengembangan Desa Wisata berbasis anggrek di Desa karunia Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi. PPDM selain bertujuan untuk meningkatkan pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mitra, juga untuk peningkatan keberdayaan mitra
Kelompok Tani Mitra : Kelompok Tani Anggrek Vuri dan Kelompok Tani Anggrek Karunia. Jenis Kegiatan yang dilaksanakan : Perbanyakan anggrek secara vegetative (stek, pemisahan rumpun dan kultur jaringan), pembuatan pupuk organic cair, pembuatan media tanam (arang kayu).

*) Penulis merupakan akademisi Universitas Tadulako

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.