Pengedar Kosmetik Palsu akan Diproses ke Pengadilan

- Periklanan -

ILEGAL: Ribuan jenis kosmetik ilegal disita BPOM Daerah Sulteng, awal November 2016 lalu. (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Proses hukum tersangka yang memproduksi dan mengedarkan kosmetik palsu, terus berlanjut. Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Daerah Sulteng, Safriansyah, mengatakan saat ini proses hukum yang di tengah ditangani BPOM adalah distributor kosmetik ilegal di sebuah indekos Jalan MH Tamrin, Kecamatan Palu Timur.

“Kalau proses hukum tersangka produksi dan peredaran kosmetik ilegal di Jalan Durian sudah selesai dan sampai pada tahap P21, tugas dan kewenangan kami dalam kasus tersebut sudah selesai,” jelasnya Kamis (12/1).

Terkait dengan penggerebekan di indekos Jalan MH Thamrin, kata Safriansyah prosesnya sudah mendapat persetujuan penangkapan penyitaan dari Pengadilan Negeri.

- Periklanan -

Selain itu, BPOM juga telah memeriksa saksi di TKP dan saksi ahli. Dalam waktu dekat, BPOM akan memanggil tersangka untuk diperiksa lebih lanjut. “Kasus ini hampir sama dengan kasus  di Jalan Durian dan kami akan proses sampai di pengadilan,” jelasnya.

Diakuinya, hingga saat ini masih banyak pelaku yang melakukan produksi dan peredaraan kosmetik palsu. Untuk itu, Safriansyah mengimbau kepada masyarakat terutama kaum hawa agar lebih waspada dan berhati-hati dalam memilih produk kosmetik.

“Yang perlu diperhatikan adalah komposisi kosmetik itu lalu izin edarnya, kalau tidak ada maka sudah dipastikan kosmetik itu ilegal dan mengandung-bahan-bahan berbahaya,” tegasnya.

Sementara itu, Safriansyah juga meminta kepada pelaku usaha agar tidak memproduksi atau mengedarkan suatu produk tanpa keahlian dan izin sebelumnya. “Proses hukum ini merupakan sanksi bagi pelaku usaha yang curang, kalau kedapatan lagi dengan orang yang sama, maka ada pemberatan,” sebutnya. (jcc)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.