Pengawas Harus Beri Dampak pada Peningkatan Mutu Guru

Prof Suyitno Beri Penguatan pada Pengawas Madrasah di Sulteng

- Periklanan -

PALU – Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Direktorat Jenderal Pendis Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia, Prof Dr H Suyitno MAg menjadi pembicara utama pada penguatan dan peningkatan kompetensi pengawas madrasah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), yang dilaksanakan di Hotel Best Western, kemarin (6/2). Di awal paparannya, Prof Suyitno menjelaskan tentang regulasi tentang pengawas madrasah. Secara umum kata Prof Suyitno, tugas dan fungsi pengawas melekat sekaligus memastikan peningkatan mutu guru tetap berjalan.

“Kerja pengawas itu sebenarnya bukan sekadar apakah Bapak/Ibu sudah supervisi atau belum. Kalau itu berarti tugas rutin. Tapi apakah supervisi Anda itu diyakinkan sudah meningkatkan akademiknya guru. Jadi kalau kita kemudian hanya pada tahap supervisi itu berarti kita itu jam makan, yah makan. Pertanyaan berikutnya apakah makanan itu bergizi? Berdampak nda bagi kesehatan. Supervisi yah begitu,” jelasnya.

Ketua Pokjawas Provinsi Sulteng, Sugiono Lasa SPd MPd saat menyimak penyampaikan Prof Suyitno.

- Periklanan -

Selanjutnya yang harus diperhatikan pengawas kata Prof Suyitno ialah apakah supervisi yang dilakukan itu sudah memberi dampak kepada guru atau belum. Kalau pun belum berdampak sambungnya, harus dilakukan inovasi supervisi. Lebih jauh, Prof Suyitno menjelaskan, saat ini sedang dirancang, ke depan yang bisa menjadi pengawas ialah Kepala Madrasah yang terbaik. Sedangkan yang bisa menjadi Kepala Madrasah ialah guru yang terbaik.

“Itu artinya ada kualifikasi akademik, sekaligus kualifikasi nonakademik,” terangnya.

Ketua Pokjawas Provinsi Sulteng, Sugiono Lasa SPd MPd menjelaskan kegiatan ini membahas peningkatan kompetensi dan penilaian kinerja Kepala Madrasah. Tujuan kegiatan ini kata Sugiono untuk memberi penguatan kepada para pengawas bagaiamana memberi penilaian kinerja Kepala Madrasah berdasarkan instrumen yang terdapat di Juknis.

“Harapan kami, regulasi tentang pengawas itu lebih dipertegas karena kami sekarang berada di antara tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Jadi harapan kami, Pak Direktur bisa menerbitkan regulasi khusus yang mengatur tentang pengawas,” pungkasnya. (saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.