Pengakuan Pedagang Makanan yang Jadi Korban Penipuan

Dikiran Beras Kualitas Bagus, Setelah Dibuka Ternyata Isinya Pasir

- Periklanan -

Mujur tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Tak ada satu manusia pun akan mengetahui kapan dia mendapat rezeki atau musibah. Begitu juga yang dialami oleh Yopa Youlan (40). Pedagang makanan di Jalan Jati, Kelurahan Nunu ini, menjadi korban penipuan, oleh seorang pemuda tidak dikenal.

SYAHRIL, Nunu

MASIH pagi buta, Yopa sudah sibuk membuka lapak dagangan makanan miliknya. Dia percaya, rezeki selalu datang di pagi hari. Memang benar, sejak pagi daganagan makanan, mulai dari nasi kuning serta kue basah yang dititip untuk dijual kembali olehnya, sudah banyak yang laku.

Namun saat itu, belum semua dagangannya laku. Masih ada beberapa bungkus nasi kuning dan kue lagi yang belum habis. Yopa pun, belum bergegas menutup warung kecilnya itu. Sembari menunggu pembeli lainnya, Yopa menghabiskan waktu dengan membaca Alquran.

Sekitar pukul 09.30 wita, datang seorang pemuda yang menggunakan sepeda motor berhenti di depan jualannya. Belum turun dari sepeda motor, pemuda tersebut langsung menawarkan beras kepada Yopa untuk dibeli. “Ibu mau beli beras?,” kata Yopa meniru ucapan pertama sang pelaku penipuan.

- Periklanan -

Pemuda itu pun turun sembari menenteng kantongan plastik yang berisi beras. Dia memperlihatkan isi plastik yang memang adalah beras berkualitas. Satu kantong plastik beras itu ternyata sengaja disiapkan untuk mengelabui Yopa. “Dia kasih contoh beras yang dia ambil dari kantong plastik, aduh memang bagus berasnya,” kata ibu tiga anak ini.

Yopa pun tertarik, melihat contoh beras yang ditawarkan memang sepintas berkualitas bagus. Apalagi ternyata, si penipu ini, menawarkan harga murah kepada Yopa. Perkilonya dia jual seharga Rp9.000. jauh lebih murah dibanding beras di pasaran yang mencapai harga Rp10.000 perkilogramnya.

Dia pun menawarkan agar mengambil satu karung, yang juga diakuinya itu beras dengan kualitas yang sama. Karung seberat 50 kilogram ini pun yang akhirnya dibeli. Yopa tidak sendiri, kebetulan saat itu ada tetangganya yang juga datang, dan akhirnya patungan untuk membeli beras seberat 50 kilogram itu. “Saya patungan belinya, jadi saya bayar Rp230 ribu, setengahnya lagi dibayar tetangga saya itu,” ungkap Yopa.

Setelah karung diturunkan dan uang sudah dipegang, pemuda tersebut langsung tancap gas. Alangkah kagetnya Yopa dan tetangganya, saat membuka karung ternyata berisi pasir halus yang dimasukan kedalam dua lapis karung. Dia pun seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja dialami. “Saya ini tidak pernah menipu orang, tidak mendusta orang, kenapa kasihan saya ditipu begini,” sesal Yopa.

Namun bagi Yopa yang merupakan orang tua tunggal ketiga anak-anaknya itu, musibah maupun rezeki sudah diatur oleh Allah SWT. Dia pun mengaku ikhlas atas kejadian yang dianggapnya musibah itu. Yopa juga berpikiran positif, mungkin saja orang itu sudah perlu uang untuk menafkahi keluarganya. “Biarlah, mungkin dia ada keluarga yang harus dinafkahi,” kata Yopa ikhlas.

Meski begitu, warga Nunu ini berharap, agar kasus semacam ini tidak terjadi lagi dengan korban yang lain, polisi harus melakukan pengusutan. Jangan sampai lebih banyak lagi warga yang menjadi korban aksi penipuan bermodus jual beras ini. (**)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.