Penerobos Markas Brimob Polda Sulteng Diduga Alami Gangguan Jiwa

- Periklanan -

PALU – Aksi nekat Suryadi alias Acong, yang menerobos masuk ke Markas Brimob Polda Sulteng, berbuntut panjang. Acong, untuk sementara kini mendekam di sel tahanan Polres Palu, untuk dilakukan proses lanjut.

Acong dibalik baju yang terbuat dari karung goni, yang dia gunakan saat menerobos masuk ke Markas Brimob, Kelurahan Mamboro. (Foto:istimewa)

Meski demikian, polisi belum mau menyimpulkan motif dari aksi Suryadi ini menerobos masuk ke markas Brimob. Polisi masih harus melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kejiwaan dari Suryadi, karena sepintas kondisi kejiwaannya kurang waras.

- Periklanan -

Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Hery Murwanto mengakui, pria yang menerobos masuk ke Mako Brimob dengan berpakaian nyeleneh itu, informasi dari pihak keluarga memang ada riwayat gangguan jiwa. “Yang bersangkutan diakui oleh pihak keluarga memiliki gangguan jiwa akibat permasalahan keluarga di Manado,” tutur Hery.

Namun, kata dia, polisi tidak begitu saja percaya, sebelum mendapatkan hasil tes kejiwaan oleh dokter. Disampaikan Kabid Humas, sebelumnya, Suryadi memang sempat tinggal di asrama tentara dan berprofesi sebagai tukang masak selama kurang lebih empat bulan. Acong pun kembali ke Palu sejak tiga bulan yang lalu.

Di luar aksinya yang “nyeleneh” dengan memakai baju yang terbuat dari karung goni bertuliskan “Brimob”, saat menerobos masuk ke markas Brimob, Acong ternyata juga membawa double stick milik anggota TNI, sebilah pisau dapur serta empat butir amunisi caliber 5,56 dan sarung tangan warna hijau dan sejumlah barang lainnya. “Saat ini kami masih melakukan pengamanan di rumah tahanan Polres Palu, sampai menunggu hasil yang dikeluarkan pihak rumah sakit atau doketr ahli yang menangani kasus ini,” kata Hery.

Sementara dihubungi terpisah, Kapolres Palu AKBP Mujianto menyampaikan, pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan pihak RSUD Madani Palu, terkait dengan hasil pemeriksaan kejiwaan dari Acong. Jika memang benar dokter menyatakan orang tersebut memilkii kelainan jiwa, maka pihak kepolisian selanjutnya akan melepaskan yang bersangkutan.  (who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.