Penerimaan Siswa baru, Tak Masuk Zona Langsung Ditolak

- Periklanan -

Suasana pendaftaran hari pertama siswa tingkat SMP di Kota Palu, Senin (3/7). (Foto: Mugni Supardi)

PALU – SMP Negeri 1 Palu pada hari pertama dibukanya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2017/2018 Senin kemarin (3/7), diserbu warga yang ingin mendaftarkan anaknya di sekolah di Jalan Gatot Subroto itu.

Tak pelak, baru sekitar 3 jam pendaftaran dibuka, sudah 500 pendaftar yang mengambil formulir. Padahal jumlah siswa yang akan diterima di sekolah tersebut berdasarkan kuota, tidak mencapai 300 siswa.

“Kita hanya membuka 7 kelas. Setiap kelas 32 siswa. Ya sekitar 200-an siswa saja yang kami terima,” kata Wakasek Kesiswaan SMP Negeri 1 Palu, Zainudin SS, ditemui Senin (4/7).

Untuk pembagian zona, Zainudin mengatakan, aturannya tegas. Sehingga tidak ada istilah pendaftar yang dari luar zona diberikan formulir. Zainudin tidak memungkiri ada pihak yang meminta agar dibantu untuk bisa masuk SMP 1. Tapi Zainudin menyatakan tidak bisa. Karena secara aturan, hal itu tidak dibenarkan dan pasti akan ketahuan jika ada yang diterima dari luar zona.

“Saya tidak berani jadi jaminan, karena ini aturan. Tapi jika saya yang melanggar, pasti saya dikenakan sanksi. Untuk yang meminta masuk di sini dari luar zona, pasti ada. Tapi tetap tidak bisa, karena aturannya sudah jelas,” ujar Zainudin.

- Periklanan -

Informasi yang dihimpun, tahapan-tahapan dalam PPDB tahun ini, yakni 3-6 Juli pengambilan sekaligus penyetoran formulir dan persyaratan berupa Kartu Keluarga dan SKHU. Selanjutnya 7-8 Juli seleksi berkas yang dilakukan pihak sekolah.

Pada 10 Juli, pengumuman kelulusan sekaligus pendaftaran ulang siswa yang dinyatakan lulus. Dan tanggal 14 dan 15 Juli masa orientasi sekolah (mos). Untuk 17 Juli hari pertama masuk sekolah.

Pantauan koran ini di SMP Negeri 1 Palu, masih ada beberapa orang tua siswa yang belum mengetahui sistem zona yang anaknya mendaftar sekolah. Rosalia misalnya. Warga dari Kelurahan Tatura Selatan ini berencana mendaftarkan anaknya di SMP 1 Palu. Namun setelah melihat informasi zona yang ditempelkan di dinding, Rosalia mengaku pasrah dan menerima aturan itu.

“Iya, tadinya mau daftarkan anak saya di sini. Tapi sekolah tidak bisa menerima. Karena sebelumnya, dua kakaknya juga lulusan dari SMP 1,” kata Rosalia.

Di SMP Negeri 4 Palu, Ketua Panitia PPDB, Sulhan MPd mengakui masih banyak orang tua yang kebingungan dengan sistem zonasi. “Tadi ada beberapa orang tua yang tanyakan tentang zona. Mau daftarkan anaknya di sini, namun ternyata tidak masuk zona. Jadi kami tidak bisa terima,” tutur Sulhan.

Untuk SMP Negeri 4, Sulhan mengatakan, akan menerima 320 siswa karena menggunakan 10 kelas. “Sudah lumayan banyak tadi yang mendaftar. Nanti berkasnya akan diseleksi lagi, sebelum diumumkan tanggal 10,” pungkasnya. (saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.