Penerimaan Siswa Baru, Banyak Orang Tua Kecewa

- Periklanan -

Suasana pengumuman di salah satu SMK di Kota Palu beberapa hari lalu. (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2017/2018 di Kota Palu, menuai banyak kekecewaan. Tidak hanya dari calon siswa peserta didik, melainkan juga dari orang tua. Terutama penerimaan tingkat SMA/SMK sederajat.

Betapa tidak, jika tahun sebelumnya masuk sekolah tidak dibatasi dengan jarak rumah antara sekolah dengan alamat tinggal, namun kali ini berbeda. Tahun ini, PPDB dibatasi dengan program zonasi atau jarak rumah dengan sekolah. Yang jaraknya berdekatan prioritas diterima.

Kekecewaan para calon peserta didik dan orang tua bukan soal zonasi yang diberlakukan, melainkan pemberlakuan zonasi yang kurang sesuai. Kekecewaan terhadap sejumlah sekolah tingkat Sekolah Menangah Atas (SMA) di Kota Palu, diakui beberapa orang tua kepada koran ini.

Mereka kecewa dengan pengumuman PPDB yang dinilai kurang fair. Padahal, jarak rumahnya dengan sekolah tidak begitu jauh. “Harap-harap lulus karena jarak rumah dekat dengan sekolah, eh malah tidak lulus. Ya kecewalah, karena tidak sesuai dengan sistem zonasi,” ujar salah satu orang tua calon siswa yang enggan namanya dikorankan.

- Periklanan -

Kekecewaan orang tua semakin bertambah begitu tahu, banyak calon peserta dari luar Kota Palu yang justru lulus. Padahal, program zonasi itu salah satu tujuannya adalah mengutamakan anak daerah. “Kami kecewa sekali, apalagi jumlah yang diterima itu sudah dibatasi,” tambah ortu itu lagi.

Salah satu sekolah yang memiliki pendaftar membludak adalah SMAN 1 Palu di Jalan Gatot Subroto. Kepada Radar Sulteng, Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Palu, Budiono, mengaakui jumlah pendaftar tahun ini membludak dibanding tahun sebelumnya.

Sayangnya, tahun ini jumlah peserta yang diterima dibatasi. Bahkan tahun ini bukannya menambah ruang kelas, justru ada dua kelas yang tidak akan digunakan. Dari 14 rombel yang digunakan tahun sebelumnya, tahun ini hanya 12 rombel yang akan dipakai.

“Kelas yang tahun sebelumnya diperuntukkan bagi siswa baru, tidak sepenuhnya digunakan lagi. Total 12 kelas yang diperuntukkan bagi siswa baru kali ini. Dan hanya bisa menampung 432 siswa,” terangnya ditemui kemarin (21/6).

Terkait dua kelas yang tak digunakan, Budiono mengatakan, pihak sekolah pun tampaknya belum  memastikan 100 persen akan dijadikan apa. “Ya, mungkin nanti kita gunakan untuk ruang seni juga bisa. Untuk kegiatan-kegiatan ekskul atau yang lain, juga bisa,” jelasnya. (saf/jcc)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.