Penegakan Hukum dan Pembinaan Harus Berjalan Bersama

Kajati Silahturahmi ke Radar Sulteng

- Periklanan -

PALU – Tugas-tugas kejaksaan saat ini tidak hanya dituntut untuk melakukan penegakan hukum, namun juga beriringan dengan pembinaan kepada masyarakat untuk mewujudkan rasa keadilan. Hal itu pula lah yang bakal dilakukan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulteng, Gerry Yasid SH MH.

Ini disampaikan Gerry langsung kepada Pemimpin Umum Radar Sulteng, H Kamil Badrun AR SE MSi, saat berkunjung ke Graha Pena Radar Sulteng, Selasa (28/1) kemarin. Gerry datang bersama Wakajati, Sapta Subrata, Asisten Intelijen, Rachmat Supriady, Asisten Pidana Khusus, Edward Malau dan pejabat lainnya.

Disampaikan Kamil, apa yang dilakukan Kajati tersebut, memang penting, apalagi bagi para aparat desa, yang kini diberikan wewenang mengelola dana desa dengan jumlah yang banyak. Sudah seharusnya kata Kamil, kejaksaan bukan lagi momok menakutkan bagi aparat desa, meski sebenarnya mereka tidak melakukan kesalahan. “Aparat desa memang wajib untuk diberikan pembinaan, karena banyak dari mereka yang SDM-nya terbatas, tapi harus mengelola dana desa yang banyak,” terangnya.

Begitu juga pada kasus-kasus, yang misalnya hanya terjadi kesalahan administrasi saja, jaksa juga harus selektif melihat masalah tersebut. Jangan malah menjadi alat kepentingan untuk segelintir kelompok atau golongan. “Misalnya temuan, ketika dia bisa mengembalikan dan uang negara terselamatkan dan memang murni tidak ada niatan untuk menguntungkan diri sendiri, saya pikir tidak harus diproses hukum,” ungkapnya.

Sementara itu, Gerry Yasid, yang juga mantan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan ini, menyebutkan, bahwa sejak menjabat di Kejati Sulsel, dirinya lebih mengedepankan bagaimana kejaksaan itu, tidak hanya sebagai penegak hukum namun juga menjadi instansi yang ikut memberikan sumbangsih bagi pembangunan.

- Periklanan -

Dia mencontohkan, di Sulawesi Selatan, tingkat perekonomian daerahnya di atas daerah lain, berkat dukungan sejumlah pihak termasuk kejaksaan. “Di Sulsel, kami bisa menyelamatkan bermiliar-miliar uang negara, yang kemudian bisa digunakan untuk pembangunan daerah itu sendiri,” sebut Gerry.

Ketika pertama menginjakan kaki di Sulteng, dia pun meminta seluruh jaksa di Kejati Sulteng, agar tidak bermain-main dalam penegakan hukum. Bila itu benar, katakan benar dan bila salah katakan salah. “Saya tidak ingin proses hukum itu malah dijadikan alat kepentingan,” tegasnya.

Kedepan, dia pun mengaku, bakal lebih mengedepankan Seksi Penerangan Hukum, untuk memberikan imbauan-imbauan kepada masyarakat, termasuk aparatur pemerintahan, baik tingkat provinsi hingga desa.

Jangan sampai nanti, sudah ada yang melanggar baru kejaksaan bekerja. “Kalau bisa dicegah, untuk apa kita penjarakan orang-orang itu yang malah menambah beban negara yang memberikan mereka makan di penjara,” ungkap Kajati.

Untuk itu dia meminta media, agar terlibat didalamnya, memberikan pengetahuan hukum bagi seluruh masyarakat dan aparat pemerintahan, agar terhindar dari pelanggaran hukum. Baik itu korupsi maupun pidana umum lainnya. Saat ini Kejati Sulteng, juga sudah menyediakan media center di kantor Kejati Sulteng, agar wartawan bisa dengan mudah mengakses informasi. (agg)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.