alexametrics Penderita Kista Dipulangkan RSUD Undata – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Penderita Kista Dipulangkan RSUD Undata

Dengan Alasan Karena Klaim BPJS Kesehatan

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Harapan Hernawati (46) warga Kabupaten Toli-toli untuk memperoleh kesembuhan harus terhenti sejenak. Pasalnya, pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata memutuskan untuk memulangkannya pada Selasa (26/10) sekitar pukul 11.00 wita dengan alasan klaim BPJS Kesehatan.

Tadinya, Hernawati yang di rawat di RSUD Undata Palu tepatnya di ruang Teratai, didiagnosa menderita dua penyakit yakni Karsinoma Ovarium atau kanker yang dimulai di organ kewanitaan penghasil inung telur (ovarium), dan juga Evosi Pleura atau penumpukan cairan diantara jaringan yang melapisi paru-paru.

Sehingga tim dokter mulai melakukan penanganan dengan mengeluarkan cairan dibagian paru-paru tersebut.
“Jadi pasien ini dirawat oleh dua dokter. Pasien inikan peserta BPJS kesehatan, dalam aturan BPJS tidak bisa dua dokter melakukan tindakan yang sama, itu tidak akan dibayarkan dokter yang satu,” kata Kepala Seksi Informasi Pemasaran dan IT RSUD Undata Palu, Citra Dewi M Djanggola saat dikonfirmasi Radar Sulteng.

Sehingga sambung Citra, karena penanganan pada cairan di bagian paru-paru pasien sudah dilakukan, maka pasien dipulangkan terlebih dahulu agar dapat dilakukan klaim BPJS Kesehatan. Selanjutnya, pasien tersebut akan diminta masuk kembali untuk dilakukan tindakan berikutnya.

“Untuk klaim BPJS penanganan berikutnya, pasien harus dipulangkan dulu baru diklaim, harus ada persetujuan dokter, bahwa pasien telah pulang, karena dalam satu pasien tidak bisa ditangani oleh lebih dari satu dokter. Supaya pasien dibiayai oleh BPJS,” terangnya.

Citra juga menjelaskan, untuk kasus Karsinoma Ovarium penindakan medis yang dilakukan harus melewati beberapa tahapan seperti harus dikonsul penyakit jantung, penyakit dalam dan juga konsul pada kebidanan. “Dokternya sampaikan ke saya, itu dilakukan berhubungan dengan pembiayaan pasien. Kalau misalkan salah satu dokter tidak dibiayai, RS bisa rugi,” sebutnya.

Sementara dihubungi terpisah, Humas BPJS Kesehatan Cabang Palu Hasma menyebutkan, seharusnya pasien tidak perlu dipulangkan terlebih dahulu. Akan tetapi, dapat dilakukan konsul internal/rawat gabung, sehingga dapat ditangani oleh dua dokter yang berbeda.

Lebih jauh ia menjelaskan, penjaminan BPJS kesehatan bagi pasien pada prinsipnya adalah satu episode perawatan hingga pasien dinyatakan sembuh. Jika ternyata, pasien mengalami komplikasi penyakit lain dalam satu perawatan, kedua diagnosa tersebut dapat diinput dan ditagihkan melalui aplikasi vklaim.

“Tanpa perlu dipulangkan (pasien) dahulu seharusnya,” jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, pada tanggal 18 Oktober Hernawati akan dilakukan tindakan operasi, namun sayang kondisi fisik serta komplikasi penyakit yang dialaminya membuat pihak RS harus mengundur waktu operasi tersebut demi untuk kesehatan Hernawati.

Saat Radar Sulteng mengonfirmasi keluarga Hernawati, salah seorang pihak keluarga yang tak ingin namanya ditulis menyebutkan, saat ini Hernawati sudah berada di rumah singgah STPL (Sekolah Tinggi Perikanan dan Kelautan) wilayah Kelurahan Tondo Kecamatan Mantikulore tepat di belakang Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata Palu. “Hari Kamis (28 oktober 2021, red) katanya baru bisa masuk lagi,” pungkasnya, Selasa (26/10). (ril)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.