Pendataan Potensi Desa (PODES) 2021 Guna Mewujudkan Satu Data dari Desa untuk Indonesia

Oleh : Mohamad Rivani, S.IP., M.M. *)

- Periklanan -

DALAM waktu dekat, tepatnya tanggal 2-30 Juni 2021,Badan Pusat Statistik (BPS) akan melaksanakan Pendataan Potensi Desa (PODES) 2021. Pendataan ini akan menyasar semua Desa/Kelurahan, Kecamatan serta Kabupaten/Kota di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berjumlah 83.820 Desa/Kelurahan, 7.252 Kecamatan dan 416 Kabupaten serta 98 Kota di 34 Provinsi.Salah satu maksud dari pendataan PODES 2021 ini adalah untuk melihat sejauhmana capaian pembangunan yang ada di masing-masing daerah utamanya Desa, karena seperti yang kita ketahui bersama bahwa gerakan pembangunan Desa ditujukan untuk mendukung pelaksanaan Undang-undang Desa dan mengawal pencapaian target-targetRencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2020-2024.

PODES 2021 merupakan instrumen penting yang sangat diharapkan oleh Pemerintah Pusat, karena data yang dihasilkan dari PODES 2021 mampu menggambarkan potret terkini kondisi yang ada di Desa/Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia, disamping itu, data PODES 2021 menjadi sangat krusial dan dinanti-nantikan banyak pihak terkait, utamanya Pemerintah Daerah yang menjadi lokus dari pendataan PODES 2021 dalam rangka merencanakan dan mengevaluasi pembangunan yang sedang dan akan berlangsung. Sebagai sebuah instrumen penting, pemanfaatan Data PODES 2021 nantinya akan sangat banyak dan beragam. Contoh, Data PODES 2021 dapat digunakan untukidentifikasi tipologi wilayah, misalnya perkotaan-perdesaan, pesisir-non pesisir, tertinggal-non tertinggal dan lain-lain.

Secara khusus terdapat beberapa tujuan dari pendataan PODES 2021, diantaranya adalah; menyediakan data yang dapat mendukung perencanaan kegiatan Sensus Pertanian 2023, sebagai sarana untuk Updating Master File Desa (MFD) yang ada di BPS, menyediakan data tentang keberadaan dan perkembangan potensi Desa/Kelurahan yang meliputi sosial, ekonomi, sarana dan prasarana wilayah, menyediakan data pokok bagi penyusunan statistik wilayah terkecil (Small Area Statistic), menyediakan data bagi penyusunan berbagai analisis seperti identifikasi dan penentuan Desa tertinggal, Desa rawan bencana, dan identifikasi Desa yang mempunyai kesulitan geografis, menyediakan data bagi penghitungan indikator-indikator pembangunan/kemajuan Desa, dan lain-lain.

Karena itu, dukungan semua pihak, mulai dari pusat sampai ke daerah sangat dibutuhkan oleh BPS dalam rangka mensukseskan kegiatan yang sangat bermanfaat ini.Dukungan tersebut dapat berupa Instruksi/Himbauan dalam bentuk surat dan atau Video singkat Kementrian Dalam Negeri, Gubernur, Bupati/Walikota seluruh Indonesia yang ditujukan ke aparat pemerintah dibawahnya. Mulaidari Camat, Kepala Desa/Lurah, Kepala Dusun/Ketua RW, para Ketua-ketua RT serta pihak terkait lainnya,sehingga memudahkan petugas BPS ketika bertugas dilapangan dalam menjalankan tugasnya.

- Periklanan -

Khusus untuk Camat dan Kepala Desa/Lurah,BPS juga berharap agar menerima kedatangan para petugas lapangan di tempatnya masing-masing, serta memberikan jawaban yang dibutuhkan dari pertanyaan kuisioner PODES 2021 dengan sebenar-benarnya,berdasarkan kondisi riil di lapangan, karena responden utama dari pendataan PODES 2021 ini adalah adalah Para Camat di tingkat Kecamatan, para Kepala Desa/Lurah di tingkat Desa/Kelurahan.Peran aktif dari semua pihak sangat diperlukan oleh BPS,sehinga tujuan yang diinginkan dalam pendataan PODES 2021 dapat tercapai. Jika hal tersebut dapat dilakukan para pihak yang telah disebutkan diatas, maka secara langsung telah membantu mensukseskan RPJM 2020-2024 dari Pemerintahan Presiden Joko Widodo saat ini. Data yang dihasilkan PODES 2021 nantinya juga mendukung penerapan“Perpres Nomor 39 tentang Satu Data Indonesia”,karena data PODES 2021 akan digunakan oleh semua pihak, baik dipusat maupun daerah tanpa ada pertentangan satu sama lain. Selain itu, data yang di hasilkan oleh PODES 2021 merupakan wujud nyata dari slogan “Satu Data dari Desa untuk Indonesia.”

Mengingat begitu pentingnya kegiatan pendataan PODES 2021, BPS sebagai pihak penyelenggara dan penanggungjawab kegiatan, saat ini telah menyiapkan segala sesuatunya dengan cermat dan tepat. Mulai dari Pelatihan Instruktur sampai pada tenaga pendataan di lapangan. Sebanyak 46 Instruktur Nasional (INNAS) mengajar para Instruktur Daerah (INDA) yang berjumlah 740 orang. Selanjutnya para INDA bertugas lagi untuk mengajar para Calon Petugas pendataan lapangan PODES 2021. Untuk pendata lapangan, BPS akan menerjunkan sekitar 13.776 Pencacah Lapangan (PCL)yang bertugas mendata Desa/Kelurahan, 4.767 Pengawas/Pemeriksa Lapangan (PML) Desa/Kelurahan, 7.246 orang untuk PCL Kecamatan, 514 orang PML Kecamatan, dan 514 orang PCL Kabupaten/Kota. Khusus di Sulawesi Tengah, pendataan PODES 2021 akan mengerahkan 299 PCL Desa/Kelurahan dan 106 PML Desa/Kelurahan, 162 PCL Kecamatan dan 13 PML Kecamatan, serta 13 PCL Kabupaten/Kota.Para petugas lapangan ini nantinya akan mendata 2.020 Desa/Kelurahan termasuk Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT), 176 Kecamatan dan 13 Kabupaten/Kota se Sulawesi Tengah.

Sebelum menjalankan tugas di lapangan, para petugas akan terlebih dahulu dilatih diKabupaten/Kota nya masing-masing sesuai dengan alokasi petugas yang telah ditentukan oleh BPS. Pelatihan dimaksudkan untuk memberikan ilmu dan pengetahuan mengenai konsep dan definisi PODES 2021 serta teknik wawancara, sehingga ketika turun lapangan telah mempunyai pemahaman yang komprehensif mengenai PODES 2021 serta tidak kaku dalam mewawancarai para responden. Kita berharap dan berdoa agar parapetugas yang nantinya melakukan pendataan dilapangan dimudahkan dalam pekerjaannya, karena apa yang mereka lakukan merupakan bagian dari perjuangan dan pengabdian terhadap bangsa dan negara yang kita cintai bersama. Aamiin ya rabbal alamiin.

*) Penulis adalah Pegawai BPS Provinsi Sulawesi Tengah, dan Pemerhati Masalah Ekonomi dan Sosial Sulteng.

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.