Pendapatan Samsat Palu Bisa Rp3 Miliar Per 9 Hari Kerja

- Periklanan -

Ilustrasi pelayanan di Kantor Samsat. (Foto: @jpnn.com)

PALU – Banyak masyarakat belum paham dan salah mengartikan terkait Peraturan Pemerintah No.60 Tahun 2016 tentang Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Sehingga pada tanggal 4 dan 5 Januari lalu, masyarakat di Kota Palu dan sekitarnya berbondong-bondong membayarkan pajak kendaraan bermotor.

Dampak dari pemberlakuan PP No 60 tahun 2016 pada 6 Januari 2016 lalu, membuat pelayanan di Samsat Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) wilayah I Palu termasuk Samsat Corner di Mall Tatura harus kerja ekstra. Imbasnya, pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan bermotor (PKB) meningkat tajam dari hari biasa.

Kepala UPTD Agustina Damayanti mengatakan, untuk berapa jumlah peningkatan PAD dari sektor PKB, pihaknya belum mengetahui dengan pasti, karena dirinya merupakan kepala UPTD baru, dan saat ini masih mengurus administrasi dan sistem yang ada. “Saya baru beberapa hari dilantik, untuk lebih jelasnya bagian teknik yang mengetahui,” katanya kepada Radar Sulteng kemarin (13/1).

- Periklanan -

Tetapi Agustina dapat memastikan adanya peningkatan jumlah penerimaan pendapatan dan terjadi terutama pada tanggal 4 dan 5 Januari 2017, karena pelayanan pada hari itu dilakukan hingga malam hari. “Hal ini yang perlu disosialisasikan kepada masyarakat, agar tidak terjadi kesalahpahaman,” ucapnya.

Sedangkan kepala seksi Penetapan dan penagihan UPTD wilayah 1, Saryawati mengatakan, pada tanggal 6 Januari disemua unit yang ada Sulteng pendapatan mencapai Rp1,6 miliar. Untuk Samsat wilayah 1 Palu, jumlah pendapatan sebesar 400 juta perhari. “UPTD wilayah I Palu merupakan pendapatan terbanyak dari pada UPTD yang lain,” jelasnya.

Saryawati menambahkan, puncak pendapatan dan keramaian terbanyak terjadi pada tanggal 5 Januari atau sehari menjeleng pemberlakuan PP No 60 Tahun 2016. Pendapatan dari sektor pajak kendaraan bermotor yang diperoleh UPTD wilayah 1 Palu sebesar Rp700 juta, sehingga seluruh staf harus melakukan pelayanan hingga malam. “Untuk seluruh wilayah saya belum dapat datanya, yang jelas lebih dari Rp1 miliar pada hari tersebut,” jelasnya.

Saat ini, pendapatan di UPTD sudah mulai normal seperti biasa, terhitung hari ini (Jumat, 13/1) jumlah pendapatan hingga 15.00 ita, kemarin  sebanyak Rp200 juta. Khusus untuk wilayah satu Palu kata Saryawati, jumlah PAD dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor selama 9 hari kerja dari tanggal 4 hingga 13 Januari  mengalami peningkatan.

“Totalnya, kisaran 2 hingga 3 miliaran. Jumlah itu untuk wilayah 1 Palu saja,” tegasnya meyakinkan. (umr)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.