Pendapatan dari Parkir Tepi Jalan Diduga Bocor

- Periklanan -

PALU – DPRD Kota Palu mensinyalir PAD yang dihasilkan dari retribusi parkir tepi jalan umum, banyak terjadi kebocoran. Pasalnya dari target PAD tahun 2019 Rp1,2 miliar, baru Rp670 juta yang dihasilkan dari retribusi parkir tepi jalan umum.

Wakil Ketua DPRD Kota Palu, Rizal Dg Sewan mengungkapkan, saat ini ada 272 titik parkir tepi jalan umum, dengan juru parkir sebanyak 638 orang. Namun anehnya, penerimaan dari sektor parkir tepi jalan ini baru sekitar Rp670 juta, atau realisasinya masih 55 persen dari target penerimaan. “Tahun 2019 targetnya Rp1, 2 miliar, tahun 2020 juga masih sama nilainya. Tapi yang diterima baru Rp670 juta, padahal ada 272 titik parkir. Bandingkan dengan parkir di bandara yang telah menghasilkan Rp1,9 miliar hanya satu titik saja,” jelas Rizal.

- Periklanan -

Dirinya menjelaskan, setiap juru parkir sebanyak 638 orang dikalikan per bulannya yang harus menyetorkan sebanyak Rp300 ribu per juru parkir, seharusnya bisa mendapatkan pendapatan daerah kurang lebih Rp2,2 miliar. Namun target yang diberikan pemerintah melalui Dinas Dishub hanya Rp1,2 miliar. “Saya konfirmasi ke Juru parkir, setiap bulannya menyetor Rp300 ribu, kalau satu titik ada dua juru parkir maka satu titik Rp600 ribu,” sebut Rizal.

Untuk progres target di tahun 2019, yang mana target PAD masih pada angka yang sama yaitu Rp1,2 miliar, akan tetapi untuk retribusi parkir yang teralisasi Januari sampai September baru mencapai Rp670 juta, dan terhitung hanya 55 persen. “Asumsi teman-teman DPRD lainnya juga bahwa ini ada mengalami kebocoran di pendapatan, kita melihat lagi apakah semua titik parkir ini betul-betul menyetor atau seperti apa,” terangnya. (who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.