Penculik Itu Mengaku Uang Tebusan Buat Berobat Anak

- Periklanan -

Petugas jaga Polsek Palu Barat saat membawa tersangka penculik anak, AS (30) menuju ruang tahanan. (Foto: Wahono)

AS (30), pelaku penculikan anak dengan modus meminta tebusan uang Rp40 juta, mengaku berbuat nekat melakukan hal itu karena membutuhkan uang untuk biaya pengobatan anaknya.

AS mengatakan bahwa dirinya saat itu sedang mendapatkan proyek pembangunan di rumah milik YN (12), sehingga sudah akrab dan mengetahui persis situasi di rumah korban. Makanya, surat yang dikirim untuk meminta tebusan langsung ditujukan ke rumah korban.

“Saya kerja untuk merehab rumah orang tua YN (12), saat saya mendapatkan kabar ibu YN akan mencairkan uang di Bank senilai Rp200 juta, saya mulai tergiur dan muncul rencana ini,” ungkapnya usai mengikuti press release, dan akan dibawa di ruang tahanan di Polsek Palu Barat, Rabu (30/8).

Pria yang mengaku memiliki dua istri ini, menjelaskan bahwa apabila berhasil uang yang diminta dari korban digunakan untuk membiayai anaknya yang saat ini berada di Pulau Jawa, karena terserang penyakit dan membutuhkan perawatan dengan biaya puluhan juta.

- Periklanan -

“Untuk biaya anak saya di Jawa pak, anak saya sakit dan perlu uang untuk biaya pengobatannya, sehingga saya membawa anak orang itu, dan saya bawa di Taman Ria, di sana anak itu bermain dengan anak saya,” kata AS.

Sementara Kapolres Palu AKBP Christ R Pusung mengatakan bahwa untuk kondisi korban tidak mengalami gejala apapun yang membuat anak tersebut trauma. ”Karena sudah akrab dengan bapak ini, jadi tidak ada rasa takut, dan pelaku ini kerja di rumah korban untuk merehab rumahnya,” jelasnya.

Pelaku dikenakan Pasal 333 KUHP tentang perampasan kemerdekaan orang, Pasal 368 KUHP tentang pemerasan, dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.

Beberapa barang bukti seperti satu unit handphone Samsung Grand Prime warna putih milik pelaku, turut diamankan.

“Yang mana nomor di selebaran surat permintaan uang tebusan sama dengan nomor handphone yang digunakan oleh pelaku. Surat selebaran yang berisi ancaman dan permintaan tebusan atas penculikan korban YN, 1 satu unit sepeda motor Yamaha Vega ZR warna biru hitam NOPOL DN 3565 JE yang digunakan pelaku menjemput korban di sekolah korban,” tambah mantan Kapolres Tolitoli ini.(who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.