Portal Berita Online koran Harian Umum Radar Sulteng. Berbasis di Palu, Sulawesi Tengah dan merupakan Jaringan Media Jawa Pos National Network (JPNN)

Pencarian KM Lintas Timur Ditutup

Dilakukan Pemantauan, 16 Korban Belum Ditemukan

BANGGAI – Pengorbanan tim SAR gabungan untuk mencari bangkai dan sisa korban KM Lintas Timur yang tenggelam di antara Perairan Taliabo, Maluku Utara, dan Banggai Kepulauan dinyatakan ditutup, Senin (10/6). Namun tim SAR gabungan masih akan melakukan pemantauan dan monitoring ke depan. Sekaligus bisa saja membuka kembali operasi SAR jika menemukan tanda-tanda adanya korban.

Kepala Kantor SAR Palu, Basrano menjelaskan, pencarian hari ke tujuh tim rescue terdiri dari 2 SRU, yakni SRU 1 KN SAR Bhisma dan SRU 2 unsur gabungan Maritim Luwuk yang melaksanakan penyisiran sepanjang garis Pantai Toili – Batui, Basiano – Kembani, dan sekitar Teluk Arjuna dengan menggunakan 1 Sea Rider Basarnas, 1 Rubber Boat Basarnas, dan 1 Rubber Boat Polair Bangga.

“Pencarian kembali dilakukan sesuai rencana dengan total search sejauh 110 Nm,” kata Basrano.

Sesuai undang-undang pencarian dan pertolongan operasi SAR dilakukan paling lama 7 hari, meskipun telah memasuki hari ke tujuh, kata Basrano, pencarian akan ditambah selama satu hari, setelah itu akan dilanjutkan dengan pemantauan.
Dia berjanji akan memaksimalkan proses pencarian. Operasi SAR sendiri dilakukan sejak ditemukannya Yakub, salah satu ABK yang selamat karena bertahan dengan cara mengapung di batang pohon dan ditemukan kapal berbendara India.

“Kalau dihitung sejak tenggelam atau kejadiannya sampai sekarang sudah hari ke 10. Yakub ditemukan hari ke empat setelah kapal tenggelam,” ungkapnya.

KM Lintas Timur tenggelam dengan jumlah POB 18 orang, 2 diantaranya tidak masuk dalam manifest. Masih ada 16 korban yang belum ditemukan, setelah satu jenazah ditemukan nelayan pada Sabtu (8/6), di Pantai Bolubung, Kecamatan Bulagi Utara, Banggai Kepulauan, yang diduga adalah ABK KM Lintas Timur dengan menggunakan life jacket dan memiliki tato di tangan kanan bertuliskan “trauma”. Pada Jumat (7/6) lalu, nelayan di Desa Tou, Kecamatan Moilong, Banggai, juga menemukan pelampung di sekitar pertengahan pantai Desa Tou. Yang dipastikan berasal dari KM Lintas Timur.

“Untuk keluarga korban bersabar, berdoa, ikhtiar. Semoga anak, saudara dan keluarga yang kita saat ini cari bisa segera ditemukan,” sebutnya. (acm)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.