Penanganan Kasus Dugaan Korupsi di KONI Palu Lamban

- Periklanan -

PALU – Sejak bulan Februari 2018 penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Palu telah menetapkan tersangka baru dalam pengembangan penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) dana hibah Bantuan Sosial (Bansos) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Palu tahun 2014-2015.

Tersangkanya mantan Wakil Wali Kota Palu Andi Mulhanan Tombolotutu. Keterlibatannya dalam perkara tersebut karena jabatannya. Di KONI Palu Andi Mulhanan Tombolotutu menjabat sebagai ketua umum.

Namun sejak saat itu, proses penyidikan lanjutan kasus KONI Palu dengan tersangka Andi Mulhanan Tombolotutu terkesan mandek, hanya jalan di tempat. Sudah dua bulan lebih sejak menetapkan Andi Mulhanan Tombolotutu sebagai tersangka, belum ada perkembangan terbaru sekaitan penyidikan perkara itu.

Bahkan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Palu Subeno SH MM, mengakui sampai dengan status tersangka dalam kasus KONI Palu, Andi Mulhanan Tombolotutu belum pernah lagi dipanggil untuk dimintai keterangannya.

“Sejak dia (Andi Mulhanan Tombolotutu) menjadi tersangka, belum ada lagi kita panggil untuk diperiksa,” ungkap Kajari Palu Palu Subeno SH MM ditemui disela-sela kegiatan pemusnaan barang bukti, Kamis akhir pekan lalu.

- Periklanan -

Meski begitu kata Subeno, pihaknya terus menyidik kasus KONI Palu tersebut. Alasannya belum memanggil Andi Mulhanan Tombolotutu untuk diperiksa sebagai tersangka, karena penyidik masih akan mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan para saksi termasuk ahli.

“Masih banyak saksi yang akan kami periksa. Sekitar 15 saksi lagi, termasuk ahli,” tuturnya.

Hanya aku Subeno, pihaknya bukan berarti tidak pernah memeriksa dan memintai keterangan Andi Mulhanan Tombolotutu. Tetapi pemeriksaan Mulhanan sewaktu kasus itu masih menjerat ketua Harian dan Bendahara KONI Palu yakni Djikra Garontina dan Kasrianto Abdi, ketua Umum KONI Palu tersebut sudah pernah diperiksa dengan berbagai pertanyaan.  “Tapi waktu itu dia masih sebatas saksi,” tutur Subeno.

Komitmen Kejari Palu, terkait kasus KONI Palu dengan tersangka mantan Wali Kota Palu itu pihaknya akan segera mempercepat penanganan penyidikannya. Sebelumnya diberitakan kalau kasus tersebut lebih dulu menjerat Djikra Garontina selaku ketua harian KONI Palu dan Kasrianto Abdi selaku bendahara KONI Palu. Keduanya telah  disidangkan dan dengan hukuman bagi keduanya adalah 5 tahun penjara.

Keterlibatan mantan Wakil Wali Kota Palu itu, juga terungkap dipersidangan, dan itu diakui oleh kedua terpidana Djikra Garontina dan Kasrianto Abdi. (cdy)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.