Penambahan TKA di Morowali Dihentikan

Tercatat Masih Ada 3.000 TKA di Kawasan IMIP

- Periklanan -

MOROWALI – Setelah munculnya kabar bahwa telah merebaknya virus corona atau 2019-nCov di Kota Huwan Tiongkok, Manajemen PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) langsung menghentikan penambahan jumlah Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok untuk dipekerjakan di dalam kawasannya.

Pernyataan itu disampaikan oleh Koordinator Humas Media Relation PT IMIP Dedy Kurniawan, saat dikonfirmasi Minggu (26/1). Ia menyatakan bahwa, setelah beredarnya informasi bahwa virus Corona telah melanda Kota Huwan Tiongkok PT IMIP langsung menerapkan prosedur ketat kepada karyawannya utamanya para TKA.

“Sejak kabar wabah itu mulai merebak, seluruh karyawan diwajibkan medical check up. Selain itu, kami juga berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah baik di Morowali dan Sulawesi Tengah, untuk mengantisipasi hal tersebut. Kami juga terus mengupdate perkembangan tindakan pemantauan antisipasi penyebaran virus tersebut, yang dilakukan Pemerintah Pusat di sejumlah titik yang berpotensi menjadi pintu masuk virus corona. Secara internal, kami juga menghimbau karyawan untuk membiasakan bersikap hidup bersih dan sehat,”terangnya.

- Periklanan -

Selain itu kata pria yang akrab disapa Dedy ini, manajemen PT IMIP juga telah melakukan beberapa tindakan kepada TKA yang berada di kawasannya untuk mengantisipasi adanya yang terjangkit virus Corona tersebut. Diantaranya, melakukan screening kepada seluruh TKA yang bekerja di kawasannya.

“Dalam kawasan industri IMIP, telah ditempatkan alat pengukur suhu tubuh sebagai langkah prefentif untuk mendeteksi awal penyebaran virus tersebut.Termasuk di wilayah pelabuhan, dimana terdapat balai karantina untuk melakukan pemeriksaan setiap kapal dari luar negeri. Selain itu pada kawasan IMIP, telah dilakukan identifikasi TKA yang berasal dari daerah Huwan dan dilakukan screening. Dan kami juga menghentikan penerimaan TKA dari semua daerah khususnya dari Kota Huwan, untuk bekerja di kawasan IMIP. Dan kalau ada penerimaan, TKA yang berasal dari luar Kota Huwan harus melalui pemeriksaan ketat untuk bisa masuk ke kawasan IMIP,”ungkapnya.

Dedy menambahkan, untuk jumlah TKA yang saat ini berada di kawasan PT IMIP kurang lebih 3.000 jiwa. Semuanya lanjut Dedy, sudah dilakukan pemeriksaan secara intensif dan sampai detik ini tidak ada yang terdeteksi terjangkit virus corona. Jika ada yang terdeteksi terjangkit virus corona atau penyakit lainnya yang dapat membahayakan karyawan lain, manajemen PT IMIP akan langsung memulangkan TKA tersebut ke daerah asalnya.

“TKA yang ada sekarang kurang lebih ada tiga ribuh jiwa. Semuanya legal, dan kami siap mempertanggungjawabkannya. Untuk informasi yang menyebutkan bahwa ada dua TKA di kawasan PT IMIP yang terjangkit virus corona, kami nyatakan itu berita hoax,”tegasnya.(fcb)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.