alexametrics Pemulihan Ekonomi Nasional Bantu Ekonomi Rakyat – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Pemulihan Ekonomi Nasional Bantu Ekonomi Rakyat

Oleh : Mohamad Rivani

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PEMULIHAN Ekonomi Nasional sebagai salah satu program pemerintah dalam mengembalikan kondisi perekonomian negara yang terhempas akibat Covid-19, tentu diharapkan dapat membantu kalangan dunia usaha agar kembali bangkit dari keterpurukan serta memicu pertumbuhan ekonomi nasional yang terpuruk selama Dua triwulan berturut-turut. Pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam dua triwulan terakhir berada dalam kondisi minus yaitu, -5,32 persen di triwulan pertama dan -3,94 di triwulan kedua tahun 2020. Kondisi ini memicu pertambahan jumlah angka pengangguran di Indonesia.

Dari data yang dirilis Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS-RI) menunjukkan kenaikan jumlah angka pengangguran dari tahun sebelumnya. Jumlah pengangguran di Indonesia pada bulan agustus 2020 sebesar 7,07 persen atau sekitar 9,77 juta orang pengangguran. Angka ini naik dari tahun 2019 yang sebesar 5,23 persen dari jumlah angkatan kerja ditahun yang sama. Jika kita melihat lebih jauh maka akan terlihat kenaikan jumlah angka pengangguran di Indonesia salah satunya disebabkan oleh Covid-19.

Untuk menyelamatkan kondisi perekonomian negara akibat dampak Covid-19, maka pemerintah membentuk Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) yang diketuai oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada 20 Juli 2020.

KPCPEN terdiri atas tiga bagian utama, yakni Komite Kebijakan, Satuan Tugas Penanganan Covid-19, dan Satuan Tugas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional.Komite Kebijakan bertugas menyusun rekomendasi kebijakan strategis kepada Presiden, mengintegrasikan dan menetapkan langkah-langkah kebijakan strategi serta terobosan yang diperlukan, serta melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kebijakan strategis dalam percepatan penanganan Covid-19 serta pemulihan ekonomi dan transformasi ekonomi nasional.

Dana yang digelontorkan pemerintah dalam PEN sangatlah besar yaitu Rp 695,2 triluan yang terbagi atas beberapa subprogram yakni untuk kesehatan (Rp 84,02 triliun), perlindungan sosial (Rp 242,01 triliun), sektoral kementerian/lembaga dan pemerintah daerah (Rp 71,54 triliun), pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM (Rp 128,05 triliun), korporasi (Rp 49,05 triliun), dan insentif usaha (120,61 triliun).

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah, bagaimana memanfaatkan dana yang sangat besar itu untuk memperbaiki kondisi perekonomian masyarakat dan memicu pertumbuhan ekonomi nasional saat ini. Jawabannya adalah dengan memanfaatkan dana yang dianggarkan dan disalurkan pemerintah dengan sebaik-baiknya sesuai dengan peruntukkannya. Khusus dibidang ekonomi, para pengusaha dapat memanfaatkan bantuan dana stimulan usaha, mulai dari bantuan permodalan secara langsung, pengurangan bunga kredit maupun insentif perpajakan yang bisa membuat pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) saat ini yang tergerus akibat hantaman badai Covid-19 bangkit perlahan-lahan.
Upaya pemerintah dalam PEN merupakan bagian dari komunikasi Ekonomi pemerintah ke rakyatnya demi mengembalikan situasi saat ini menjadi kembali normal seperti sebelum adanya Covid-19. Karena kita tahu bahwa Indonesia bukan satu-satunya negara di dunia yang terpuruk akibat virus ini, masih banyak negara lain yang kondisinya bahkan lebih buruk dari Indonesia, semisal timor leste, yang baru-baru ini masuk negara dengan kategori termiskin di dunia hasil dari laporan PBB melalui United Nations Development Programme (UNDP) yaitu jaringan pembangunan global PBB, sebuah organisasi advokasi untuk perubahan dan menghubungkan negara-negara ke pengetahuan, pengalaman dan sumber daya untuk membantu masyarakat membangun kehidupan yang lebih baik.Semoga PEN dapat membawa angin segar buat pemulihan ekonomi nasional saat ini.

*) Penulis adalah ASN BPS Provinsi Sulawesi Tengah.

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.