Pemuda Muhammadiyah Tolak Omnibus Law

- Periklanan -

PALU-Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bersama Angkatan Muda Muhammadiyah Sulteng, menyalurkan aspirasinya kepada Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Sulteng guna mempertanyakan dan memprotes disahkannya UU Cipta Karya, atau yang dikenal juga dengan UU Omnibus Law, yang dimaksudkan pemerintah menyatukan hukum ketenagakerjaan RI dalam satu undang-undang.

IMM bersama Angkatan Muda dan Pemuda Muhammadiyah, bertemu dengan Wakil Ketua Fraksi PKS, Sri Atun, yang didampingi jajaran sekretariat Fraksi PKS DPRD Sulteng, di ruang Fraksi PKS, Rabu (7/10).

“ Kami datamg ke Fraksi PKS, karena kami percaya kepada Fraksi PKS mampu menyuarakan aspirasi dari kami pelajar, mahasiswa dan pemuda Muhammadiyah, yaitu memberikan support kepada Fraksi PKS untuk tetap konsisten menolak disahkannya Undang-undang Cipta kerja ini, “ ucap Lardin, anggota Angkatan Muda Muhammadiyah.

Selain itu, pemuda Muhammadiyah, meminta dan mendesak kepada Fraksi PKS untuk menggelar forum group discussion (FGD), selanjutnya membentuk Panitia Khusus (Pansus) DPRD Sulteng yang akan membahas penolakan bahkan pembatalan Undang-undang Omnibus Law

- Periklanan -

Aspirasi yang disampaikan Angkatan Muda Muhammadiyah ini direspon positif oleh Wakil Ketua Fraksi PKS, Sri Atun, bahwa apa yang diutarakan tersebut akan disampaikan segera kepada Fraksi PKS di DPR RI, dan Stri Atun pada kesempatan itu langsung mengontak anggota Fraksi PKS DPR RI dihadapan pemuda.

“Insya Allah aspirasi adik-adik pemuda, mahasiswa, dan pelajar Muhammadiyah akan kami sampaikan segera, hari ini, ke Fraksi PKS di DPR RI, “ tegas Sri Atun, dan langsung mengontak anggota Fraksi DPR RI di Jakarta.

Sri juga mengatakan tim Humas Fraksi PKS akan membuat rilis yang menjelaskan usulan dari pemuda Muhammadiyah untuk menolak Omnibus Law, menggelar FGD, dan membentuk Pansus membahas penolakan Omnibus Law.

“Kami mohon, rilis dari sikap Fraksi PKS DPRD Sulteng menanggapi pernyataan sikap pemuda dan pelajar Muhammadiyah menolak Undang-undang Cipta Kerja ini, “ pungkas Lardin.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.