Pemprov Sulteng Jajaki Kerja Sama Investor Korea Selatan

- Periklanan -

Rombongan gubernur mengunjungi kawasan industri besar di wilayah Jeollanam-do. (Foto: Asrafil)

GUBERNUR Sulawesi Tengah Drs H Longki Djanggola MSi, menjajaki kerja sama dengan investor Korea Selatan. Rombongan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, bersama Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus Palu dan Dewan Nasional KEK, tiba di Incheon, Seoul, Korea Selatan, Selasa (14/11) pukul 07.15 waktu setempat.

Lawatan niaga yang dipimpin Gubernur disertai Pemerintah Kota Palu, didampingi Direktur Utama PT. Bangun Palu Sulteng, Andi Mulhanan Tombolotutu. Asisten II Bunga Elim Somba, Kepala Dinas PM P2TSP Sulteng Shandra Tobondo juga ikut serta dalam lawatan ini. Di Seoul, rombongan Gubernur Longki diterima oleh Korea-Indonesia Partnership Council atau Dewan Kerja Sama Korea-Indonesia.

Menurut Gubernur Longki Djanggola, lawatan niaga ini bertujuan untuk mempromosikan peluang investasi di Sulawesi Tengah, termasuk dengan dimulainya operasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu.

“Kita akan bertemu dan mempresentasikan keunggulan-keunggulan dan potensi daerah kita di hadapan sejumlah investor dari korporasi-korporasi di Korea Selatan. Ada yang bergerak di bidang property, energi dan sumber daya alam, kelautan dan perikanan, industri galangan kapal dan perakitan mobil serta obat-obatan,” jelas Kepala Daerah yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Sulteng ini.

Di Seoul, sejumlah investor sudah menantikan misi niaga Pemprov Sulteng ini. Tercatat di antaranya, MDM Group. Ini adalah salah satu perusahaan terbesar di Negara Gingseng ini. Didirikan sejak 1998, perusahaan ini bergerak di bidang pengembangan properti dan investasi.

- Periklanan -

Kemudian, ada pula Dong-Sung Corporation yang bergerak di bidang petrokimia dan material komposit.

Dong-Sung merencanakan melakukan ekspansi bisnisnya di wilayah ASEAN dan Asia secara umum. Dan Indonesia merupakan salah satu tujuan investasinya.

Selain itu, misi niaga ini juga akan menjajaki kerja sama dengan SAMTAN Corporation yang bergerak di bidang energi dan sumber daya alam.

“Kita juga sudah dijadwalkan oleh Dewan Kerja Sama Korea-Indonesia untuk melawat ke wilayah Jeollanam-do. Di sana kita akan melihat dari dekat bagaimana industri-industri besar dikembangkan oleh pemerintah daerah setempat,” sebut Asisten II, Bunga Elim Somba.

Pemerintah Jeollanam-do mengembangkan industri logistik, permobilan dan perkapalan, perikanan, serta makanan dan obat-obatan.

“Dijadwalkan selama di Seoul dilaksanakan penandatanganan memorandum of understanding antara partner strategic PT BPST, PT STM Tunggal Jaya dengan Kim Sung Law Firm untuk dukungan kontak bisnis, kerja sama promosi serta dukungan panduan hukum korporasi,” jelas Direktur Utama, PT. BPST, Andi Mulhanan Tombolotutu.

Lawatan niaga Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah ini berlangsung dari 13-18 November 2017.(awl/*)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.