Pemprov Sulteng akann Naikkan Tunjangan ASN

- Periklanan -

PALU– Aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dituntut berperilaku disiplin dan profesional dalam bekerja. Hal tersebut dikatakan oleh Asisten Administrasi Umum dan Organisasi, Mulyono mewakili gubernur dalam upacara gabungan seluruh organisasi perangkat daerah, di halaman kantor gubernur, Rabu (17/1).

Asisten Mulyono menyampaikan amanat gubernur dalam upacara gabungan organisasi perangkat daerah Pemprov Sulteng, di halaman kantor gubernur, Rabu (17/1). (Foto: Humas Pemprov Sulteng)

“Upacara gabungan bermakna penting guna membentuk dan membiasakan perilaku disiplin, profesional dan tanggung jawab bagi para aparatur sipil negara, guna menciptakan birokrasi yang efektif,” kata Mulyono membaca sambutan gubernur.

Upacara gabungan pertama di tahun 2018 tersebut juga disampaikan, agar ASN memiliki gairah kerja baru serta meningkatkan kualitasnya, dengan cara merencanakan dan mengkoordinasikan program dengan baik. Guna menghasilkan penyerapan anggaran yang baik dan menghindari keterlambatan pelaksanaan kegiatan yang telah dirancang.

- Periklanan -

Mulyono yang bertindak sebagai inspektur upacara menyerukan kepada ASN agar terus melakukan perubahan yang substantif. Khususnya pada pola pikir dan kinerja, kedua hal tersebut menurutnya untuk memaksimalkan tugas dan inovasi kepada layanan publik.

Tahun 2018, lanjut Mulyono pemerintah berencana akan menaikan tunjangan bagi ASN. Harapan Gubernur hal tersebut harus dibarengi pula dengan peningkatan kualitas pelayanan publik.

“2018 ini ASN provinsi akan menerima kenaikan tunjangan. Formulasi ini kiranya berkonsekuensi meningkatkan gairah kerja dan disiplin saudara menjadi meningkat. Bila ditemukan yang malas, maka saya minta pejabat pimpinan tinggi yang bersangkutan, jangan ragu menindak tegas, dengan teguran hingga pemberhentian sesuai aturan,” tegas Mulyono.

Di  bagian lain Mulyono menyoroti tenaga honorer yang ada di lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah secara keseluruhan. Saat ini keberadaan tenaga honorer sedang dalam penataan dan evaluasi. Mulyono meminta agar ke depan, mereka yang diusulkan sebagai tenaga honorer, adalah orang-orang memiliki jiwa pengabdian, mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan bidangnya serta dedikasi yang tinggi. Syarat tersebut sangat penting untuk mewujudkan pemerintahan yang efektif dan efisien, yang berbasis pelayanan masyarakat.

“Beberapa waktu lalu telah ada surat edaran, mengenai penataan dan evaluasi tenaga honorer. Pengangkatan usulan tenaga honorer diharuskan sesuai kualifikasi kemampuannya. Agar tidak menimbulkan inefisiensi,’’ katanya.(awl/*)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.