Pemprov Siap Realisasikan Embarkasi Haji Antara di Palu 2018

- Periklanan -

Gubernur Sulteng, H Longki Djanggola (empat dari kanan), didampingi Kepala Biro Administrasi Kesra, Hj Farida Lamarauna (paling kanan), usai bertemu dengan Dirjen Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag, Abd Jamil (tiga dari kiri), belum lama ini. (Foto: Biro Kesra)

PALU – Pemerintah Provinsi, sudah benar-benar siap untuk merealisasikan Embarkasi Haji Antara (EHA) di Sulawesi Tengah. Gubernur Sulawesi Tengah, Drs H Longki Djanggola, MSi menyatakan komitmennya, agar EHA bisa terealisasi di 2018 mendatang.

Salah satu bentuk bukti keseriusan Pemprov tersebut, belum lama ini, Gubernur bersama beberapa pejabat, salah satu di antaranya Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Sosial dan Kemasyarakatan Pemprov, Hj Farida Lamarauna, SE MSi, telah bertemu dengan Direktorat Jenderal (Dirjen) Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama, Abd Jamil.

“Di hadapan Dirjen PHU, Pak Gubernur bahkan menyampaikan, jika asrama haji selesai diperbaiki tahun ini, maka tahun ini juga Sulteng siap untuk menjadi EHA. Asrama haji baru diperbaiki tahun ini dan insya Allah selesai 2018, maka Sulteng siap untuk menjadi EHA tahun depan,”tegas Hj Farida, ditemui di ruang kerjanya, Rabu kemarin (29/3).

Bentuk keseriusan lainnya, sejak dua tahun terakhir, Pemprov terus meningkatkan bantuannya untuk membiayai perjalanan domestik haji seluruh jamaah asal Sulteng. Pada 2015 dan 2016, Pemprov bahkan menanggung semua perjalanan domestik dan mengalokasikan bantuan Rp4,2 miliar melalui APBD.

“Tahun ini insya Allah dialokasikan lagi untuk perjalanan domestik, Rp6,8 miliar. Ada peningkatan bantuan, karena Alhamdulillah tahun ini, kuota haji Sulteng meningkat menjadi dua ribu jamaah. Tahun lalu, kuota Sulteng hanya 1.427 orang. Jadi kalau mau dipersentasekan, kesiapan Pemprov merealisasikan EHA itu sudah lebih dari 100 persen,”ungkap Hj Farida sembari tersenyum.

- Periklanan -

Bentuk kesiapan lainnya, dalam menyambut EHA di Sulteng, dalam penyelenggaraan haji pada musim haji 2016 yang lalu, pelayanan sudah sesuai dengan standar pelayanan EHA. Mulai dari pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan imigrasi dan pemeriksaan barang, semuanya dilakukan seperti standar EHA.

Hal ini dilakukan, menurut Hj Farida, agar kelak ketika EHA benar-benar direalisasikan, para petugas pelayanan haji sudah terbiasa dan tidak kaku lagi.

“Juga dalam rangka EHA, insya Allah di 2018 mendatang, panjang runway bandara kita akan ditambah panjangnya, antara 100 hingga 200 meter lagi. Rencana penambahan landasan pacu ini, sudah disampaikan langsung oleh Pak Gubernur kepada Menteri Perhubungan,”ungkapnya lagi.

Terkait dengan penggunaan bandara, secara khusus juga telah dilakukan pertemuan dengan pihak Angkasa Pura II di Balikpapan. Dalam pertemuan dengan BUMN pengelola bandara itu, sangat meresepons rencana EHA di Sulteng.

Menurut Hj Farida, jika EHA benar-benar direalisasikan akan memberikan banyak manfaat dan multiplier effect bagi masyarakat di Kota Palu. Mobilisasi ribuan jamaah, baik langsung maupun tidak langsung, akan menggerakkan roda ekonomi di Kota Palu.

“Saya lihat ketika musim haji di Balikpapan, banyak warga yang ikut merasakan manfaatnya. Dampak positif lainnya, jika EHA diberlakukan, maka jamaah akan terpotong dua hari waktu perjalanannya. Selain efisien, juga bisa menekan cost atau biaya. Jadi semoga dan atas doa kita semua, insya Allah EHA di Sulteng benar-benar bisa terealisasi tahun depan,”demikian Hj Farida.(hnf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.