Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Pemotongan Dana BOS Madrasah di Tolitoli Dikeluhkan

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Ilustrasi (@kangguruu.blogspot.com)

TOLITOLI-Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tolitoli belum lama ini mencairkan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Triwulan IV, namun hal tersebut dikeluhkan pihak sekolah. Pasalnya dana yang dicairkan melalui rekening sekolah, nilainya lebih kecil dari triwulan sebelumnya.

“Dana BOS yang kami terima pada triwulan III sebesar Rp 173 juta, sekarang berkurang menjadi Rp 150 juta. Ada pemotongan sekitar 23 juta rupiah ” ungkap Mahbir, Kepala Sekolah MTS Darul Ulum Desa Kalangkangan Kecamatan Galang.

Dia mengaku tidak mengetahui alasan pemotongan tersebut. “Waktu dicek bendahara di bank, ternyata sudah berkurang uangnya, ” beber Mahbir, sembari berharap ada kejelasan dari pihak Kemenag Tolitoli.

Ia juga mengaku, berdasarkan penelusurannya, didapatkan informasi, tidak hanya sekolah yang dipimpinya mengalami pemotongan, namun seluruh Madrasah Aliyah (MA) Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se Kabupaten Tolitoli di bawah naungan Kemenag juga mengalami pemotongan dana BOS dalam penyaluran triwulan IV dengan besaran bervariasi mulai 0,17 persen, 36 persen, hingga 47 persen.

“Ternyata seluruh sekolah di bawah Kementerian Agama mengalami pemotongan tanpa ada pemberitahuan sebelumnya,” ungkapnya lagi.

Dikatakan Mahbir, dampak dari pemotongan dana BOS tersebut, cukup memengaruhi rencana belanja yang telah terprogram dalam Rencana Anggaran Biaya Sekolah (RABS) yang telah disahkan bersama dengan Komite Sekolah.

“Beasiswa bagi siswa yang tidak mampu, satu juta rupiah per tahun untuk setiap siswa secara otomatis pasti berkurang,” ujarnya.

Dikonfirmasi mengenai pemotongan dana BOS tersebut, Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Kantor Kemenag Tolitoli, Sarina Uno kepada wartawan, tidak menampik terjadi pemotongan tersebut. Dijelaskannya, terjadinya pengurangan penerimaan dana BOS bukan merupakan kebijakan Kemenag Tolitoli, namun hal tersebut perintah dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Sulteng.

“Bukan inisiatif kami di Kemenag Tolitoli melakukan pemotongan itu, namun merupakan kebijakan Kanwil Kementerian Agama Provinsi. Pemotongannya bervariatif, untuk MA totalnya sebesar Rp 463 juta, MI Rp 120 juta dan MTs sebesar Rp 549,2 juta,” jelas Sarina Uno.

Sarina juga menjelaskan, berdasarkan data, pemotongan dana BOS di Kemenag Tolitoli telah dilakukan terhadap 59 sekolah (madrasah) yang tersebar di 10 kecamatan di Kabupaten Tolitoli, sekolah tersebut terdiri dari 16 MA, 17 MI dan 26 MTs. ” Kami belum mendapat penjelasan alasan pemotongan tersebut, kami hanya tahu datanya saja,” terangnya.(yus)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.