Pemkot Palu Masih Butuh Tenaga Pengajar BTQ

- Periklanan -

Ilsutrasi (Source: pojokjabar.com)

PALU – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palu masih membutuhkan tenaga pengajar Agama Islam untuk mengajar Baca Tulis Quran (BTQ) di tingkat SD maupun SMP yang dilaksanakan setiap selesai jam sekolah. Program ini merupakan upaya pemkot untuk mengentaskan buta aksara Alquran pada siswa di Kota Palu.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kamrudin mengungkapkan, awalnya batas pendaftaran untuk menjadi tenaga pengajar dalam program tersebut hingga 31 Desember 2016. Namun karena jumlah pendaftar masih kurang, maka batas waktu pendaftaran diundur hingga 9 Januari 2017.

“Saat ini, untuk pendaftar pengajar Agama Islam masih kurang. Makanya kami beri kelonggaran. Selain batas waktunya diundur, kualifikasinya juga tidak perlu lulusan strata 1 jurusan pendidikan agama. Lulusan SMA pun boleh asalkan bisa baca dan tulis Alquran,” jelas Kamrudin kepada Radar Sulteng kemarin (6/1) di kantornya.

- Periklanan -

Kamrudin juga menjelaskan, untuk jumlah pendaftarnya tidak dibatasi, namun nanti akan diseleksi. “Yang diseleksi tentunya baca dan tulis Alqurannya. Ditambah dengan pengetahuan-pengetahuan umum tentang keagamaan lainnya,” tambahnya.

Terkait sekolah yang akan dijadikan tempat mengajar, Kamrudin menjelaskan bahwa program ini hanya untuk SD dan SMP. Itu pun katanya, tidak pada semua kelas. “Untuk SD hanya kelas V, sementara  SMP hanya kelas IX,” katanya.

Jumlah jam mengajarnya relatif sedikit, hanya tiga jam dalam setiap pertemuan, serta hanya tiga hari dalam setiap pekan.

“Mengajarnya nanti hanya 9 jam dalam seminggu. Honor untuk setiap bulannya Rp500 ribu,” ungkapnya.

Sementara Wali Kota Palu, Drs Hidayat MSi saat dikonfirmasi terkait hal ini menyatakan, untuk tahun ini, dana untuk gaji guru yang akan mengajar Baca Tulis Quran (BTQ) sudah disiapkan. “Kami sudah siapkan Rp3 miliar untuk tahun ini,” kata Hidayat. (cr5)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.