Pemkot Klaim Lampu Tenaga Surya Hanya Untuk Kota Palu

- Periklanan -

PALU-Pemerintah Kota (Pemkot) Palu mengklaim, jika pemberian bantuan terkait lampu tenaga surya tersebut hanya untuk Kota Palu.

Hal itu ditegaskan Kabag Humas Pemkot Palu Johan, Selasa (27/11) menjawab polemik bantuan lampu tenaga surya dari Negara Perancis.

“Bantuan itu untuk Palu saja tidak ada untuk Sigi dan Donggala,” ungkapnya kepada Radar Sulteng.

Johan mengungkapkan, bantuan lampu tenaga surya sebanyak 500 unit itu hanya diperuntukan untuk kota Palu, karena melihat adanya hubungan yang baik dengan pihak terkait, semuanya melalui Pemkot Palu.

“Bantuan dari Prancis tersebut, bentuk hubungan baik dengan salah satu relasi Pemkot Palu, yakni melalui Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) kota Palu, yang ditujukan kepada Bambang yang meminta langsung dengan kawannya yang ada di sana (Perancis, red),” sebutnya.

Menurut Yohan segala sesuatu yang berkembang di pemberitaan, baik media cetak dan online, terkait dengan peruntukan bantuan lampu tenaga surya bukan hanya untuk kota Palu saja, itu sangat tidaklah benar adanya.

“Makanya saya heran kenapa dipemberitaan dijelaskan untuk Palu, Sigi dan Donggala, sementara yang benar hanya untuk kota Palu saja,” tuturnya.

Adapun adanya perubahan atas invoice saat pengambilan cargo tersebut, karena pengiriman barang tadi dengan mengatasnamakan pribadi, sehingga diubah invoicenya menjadi intansi yang mengambilnya.

- Periklanan -

“Karena di invoicenya ditujukan ke seseorang, maka diubah menjadi instansi, dan ditunjuklah BPBD Kota Palu sebagai bagian dari Pemkot Palu,” bebernya.

Selain itu juga, pemberitaan yang menyebutkan jika Pemkot Palu melalui Walikota Palu memberikan jaminan atas penerimaan barang, dengan catatan harus mendapatkan bagian dari jumlah barang yang diterima tersebut, juga hal yang tidak benar.

“Jadi, itu barang tidak ada sama sekali diperuntukan untuk daerah lain, semuanya untuk kota Palu. Sebanyak 500 unit lampu tenaga listrik tanpa harus di bagi-bagi ke daerah lain,” tandasnya.

Terkait adanya pihak relawan yang menyatakan, pemberian bantuan 500 unit alat listrik tenaga surya dibagi, untuk wilayah Pasigala, Yohan pun membantahnya.

“Pertanyaannya alasan apa pihak relawan menyebut alat listrik tenaga surya itu dibagi untuk daerah Pasigala. Sementara surat itu ditujukan ke Bambang selaku penerima, logikanya dari mana,” ungkapnya.

Nantinya kata Johan juga, untuk bantuan yang telah diterima, akan diperuntukan khusus para pengungsi yang masih berada di posko pengungsian.

“Kota Palu belum aman dengan listrik, dan tidak mungkin kita akan gunakan listrik (PLN) dan dialirkan ke posko pengungsian. Saya rasa tidak aman, sehingga alternatifnya harus menggunakan lampu tenaga surya tadi,” tandasnya.

Pada pemberitaan sebelumnya di edisi harian Radar Sulteng tanggal 26 November 2018 lalu, 500 unit tenaga surya bantuan langsung dari negara Prancis, diberikan kepada warga korban bencana alam yang berada di wilayah Pasigala.

Pemberian bantuan langsung dikhususkan untuk seluruh warga yang terdampak oleh tsunami, gempa dan likuifaksi di Pasigala tersebut, karena di tinjau dari adaya assessment langsung dari relawan.(zal)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.