Pemkab Sigi Belajar Budidaya Kelor ke Blora

- Periklanan -

Wakil Bupati Sigi Paulina bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Sigi Hazizah M Irwan serta peserta belajar, melakukan kunjungan ke Dekranasda Kabupaten Blora, Rabu (5/4). (Foto: Humas Pemkab Sigi)

SIGI – Kelor yang merupakan tanaman yang memiliki berbagai manfaat di bidang kesehatan, mulai daun, kulit batang, buah, dan bijinya. Tanaman ini bisa tumbuh hingga tinggi 7-12 meter. Batangnya berkayu, tegak, berwarna putih kotor, kulit tipis, dan permukaannya kasar.

Pohon kelor banyak ditanam sebagai tapal batas atau pagar di halaman rumah atau ladang. Manfaatnya yang bejibun membuat banyak yang melirik membudidayakan tanaman ini.  Untuk itu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, saat ini tengah mencanangkan program budidaya tanaman kelor. Pasalnya, tanaman kelor diyakini memiliki nilai ekonomi tinggi, serta memiliki kandungan gizi dan nutrisi yang berkhasiat bila dijadikan obat herbal.

- Periklanan -

Saat ini Pemkab Sigi melakukan kunjungan belajar ke Provinsi Jawa Tengah, tepatnya di Kabupaten Blora dengan tujuan belajar tentang bagaimana untuk membudidayakan tanaman kelor. Seperti yang diketahui, tanaman kelor merupakan salah satu tanaman yang juga dijadikan masyarakat Provinsi Sulteng khususnya Kabupaten Sigi sebagai salah satu olahan makanan.

“Tidak hanya untuk olahan makanan, ternyata tumbuhan ini bisa dijadikan sebagai bahan obat dan bahan untuk produk-produk kencantikan,” terang Wakil Bupati Sigi, Paulina SE MSi.

Wakil Bupati menuturkan, Pemkab Sigi ingin mencoba memasyarakatkan tanaman kelor. Salah satunya dengan mencanangkan program penanaman kelor bersama masyarakat. “Kelor ini sebenarnya sangatlah mudah ditanam dan tidak memerlukan lahan yang luas. Yang penting, tanaman ini bisa mendapat sinar matahari, dimanapun bisa ditanam,” katanya. Paulina berharap, program budidaya tanaman kelor menjadikan Kabupaten Sigi sebagai sentra penghasil kelor di wilayah Sulteng. (ndr)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.