Pemkab Poso Tutup Penambangan Ilegal di Bada

- Periklanan -

Ilustrasi penemuan tambang emas ilegal oleh Polisi. (@jpnn.com)

POSO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Poso telah menertibkan sekaligus menutup aktifitas penambangan emas ilegal di Desa Bangkekau Bada Kecamatan Lore Selatan. Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setkab Poso, Amos Mondolu, mengatakan penutupan dilakukan sejak Senin (13/2) lalu saat peninjauan lapangan bersama Polsek, Koramil dan pemerintah kecamatan setempat.

“Kegiatan penambangan di Bangkekau Bada sudah kita tutup. Kalaupun sekarang masih ada mugkin tinggal satu dua orang. Pun melakukannya dengan cara sembunyi-sembunyi,” jelasnya, Kamis (16/2).

- Periklanan -

Menurut Amos, pelaku penambangan emas ilegal di Bangkekau sangat banyak dengan jumlah ratusan orang. Selain penduduk lokal, penambang juga berasal dari luar Bada, dan bahkan dari luar Poso. “Penambang yang kita tertibkan Senin kemarin berjunlah 500-an orang,” sebut dia. Kebanyakan penambang yang ditertibkan merupakan penambang tradisional yang mendulang emas dengan memakai tempayan. “Kalau yang pakai tromol ada tiga titik. Semua aktivitasnya sudah kita stop dan kita perintahkan kembali ke kampung halaman masing-masing,” tandas mantan Kabag Tata Pemerintahan ini. Pemilik tromol merupakan penambang dari luar Poso. Tidak ada protes dan perlawanan saat penertiban dan penutupan penambangan ilegal dilakukan.

Dipastikan Amos, penutupan aktivitas penambangan dilakukan pemkab secara permanen. Aktivitas penambangan dimungkinkan dibuka kembali jika para pelakunya sudah memikiki izin. “Selama belum ada izin, penambangan tidak boleh dilakukan. Baik secara manual tradisional maupun dengan menggunakan mesin,” tegasnya.

Terkait aktivitas perekonomian warga lokal Bada pasca penutupan lokasi tambang ilegal, Amos menyebut telah kembali ke aktivitas awal warga selama ini, yaitu bertani. “Selama ini warga di sana kan hidupnya dari bertani. Jadi tidak ada dampak ekonominya tambang ilegal ditutup. Karena semua warga punya kebun dan sawah,” ujar Kabag.

Dia kemudian meyakinkan bahwa tidak ada lokasi penambangan emas ilegal lain, selain yang ada di Desa Bangkekau. “Informasi di Desa Bulili dan Desa Gintu ada penambangan emas itu salah. Yang ada cuma di Bangkekau saja,” tutup Amos.(bud)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.