Pemkab Poso Dorong Pelestarian Nilai-nilai Kearifan Lokal

- Periklanan -

POSO-Pembuatan anyaman bambu dan pandan serta kerajinan dari buah kalide adalah bentuk keterampilan yang lazim dikembangkan sejak zaman dahulu di Kabupaten Poso. Tidak heran, dalam kehidupan sehari-hari di Poso dulunya mengandalkan keterampilan menganyam dan membuat cenderamata buah kalide.

Untuk saat ini, anyaman tradisonal memiliki estetika dan keunikan tersendiri, hingga mampu menggaet para pemburu atau pencari barang-barang seni dan tradisional. Inilah salah satu ketertarikan para penikmat traveling wisata untuk mencari keberadaan barang unik ini. Hingga Poso menjadi salah satu daya tarik untuk dikunjungi wisatawan.

Penyimpanan makanan, alas tempat tidur, kebutuhan pernikahan, perabotan rumah tangga, alat pertanian, bahkan oleh-oleh khas atau cenderamata. Sebagian besar terbuat dari hasil keterampilan ini. Hasil anyaman dan kerajinan tangan tersebut tidak sekadar memiliki fungsi praktis, tapi juga fungsi estetis. Produk yang dihasilkan pun bukan sekadar barang, tapi juga mampu menjadi pemanis mata yang bernilai seni dan indah.

Sayangnya warisan ketrampilan menganyam dan membuat kerajinan dari buah kalide semakin sulit ditemukan di Kabupaten Poso, seiring fungsinya yang digantikan dengan barang buatan pabrik yang lebih modern. Sebagian besar orang lebih tertarik menggunakan bahan dari plastik atau bahan sintetis lainnya dan yang di beli di toko karena dianggap lebih praktis.

Pandemik covid-19 yang melanda seluruh negara di dunia selama empat bulan terakhir ini membuat segala sektor kehidupan menjadi tidak stabil. Seiring dengan upaya peningkatan ekonomi masyarakat akibat dampak pandemik serta upaya pelestarian nilai-nilai budaya Pamona yang sudah tergerus oleh arus globalisasi dan modernisasi.

- Periklanan -

Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMANDA) Pamona Poso melaksanakan pengembangan ekonomi kreatif berupa pelatihan keterampilan membuat anyaman dan kalide selama tiga hari berturut-turut. Mengambil tema mewujudkan kemandirian ekonomi berbasis kearifan lokal.

Pada kesempatan itu, Bupati Poso Darmin Sigilipu, memberikan apresiasi kepada AMANDA Pamona Poso yang telah mampu mengangkat kepermukaan nilai-nilai kearifan local yang akan mengembangkan pariwisata dan investasi.

“Daerah yang kuat adat istiadatnya mempunyai daya tangkal yang kuat terhadap gangguan, untuk itu pelestarian kekayaan budaya sangat penting dalam menjaga stabilitas daerah. Apa yang dilakukan AMANDA Pamona Poso merupakan salah satu upaya peningkatan kualitas dan produktivitas sumber daya manusia. Kegiatan ini sejalan dengan program Pemerintah Daerah dalam peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan menganyam identik dengan kegiatan tradisional yang turun temurun dilakukan oleh leluhur kita sampai saat ini. Hal ini merupakan warisan budaya bukan benda yang wajib kita lestarikan sebagai bagian dari kekayaan budaya. yang kita akan wariskan kepada generasi berikutnya, ” terang Bupati.

“Saya mengharapkan, dapat meningkatkan keterampilan dengan memproduksi hasil-hasil kerajinan yang indah dan unik sebagai oleh oleh khas Poso. Terlebih lagi dapat mengembangkan kemampuan dengan cara membagikan ilmu yang didapat kepada saudara, teman dan generasi muda sehingga nantinya diharapkan dapat berkembang. Semoga kita semua untuk lebih produktif dan inovatif dalam melestarikan warisan budaya kita, ” tutupnya.

Barang tradisional yang dikembangkan AMANDA berupa Duku (bakul), Ali (tikar pandan), Enu (kalung kalide), bingka, Boru (alas mahar kawin), dan rompi yang berbahan buah kalide. Disamping itu ada juga kerajinan piring lidi sebagai tambahan produk hasil pelatihan yang baru mulai dikembangkan.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.