Pemkab Morut Tanggung Jatah Makan Pasien Puskesmas

- Periklanan -

MORUT–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morawali Utara (Morut) telah menanggung biaya makan dan minum pasien rawat inap Puskesmas. Kebijakan Bupati Aptripel Tumimomor itu mulai efektif tahun ini.

Bupati Morut Aptripel Tumimomor saat berkunjung dan melihat dari dekat salah seorang pasien di Puskesmas Baturube, Jumat (19/1). (Foto: Ist)

“Sudah seharusnya pemerintah daerah mengurangi beban masyarakat yang sedang sakit. Maka kemudian anggaran makan minumnya masuk APBD Morut 2018,” ujar Bupati Aptripel kepada Radar Sulteng, Minggu (21/1).

Inovasi itu menurut Bupati dipelopori Assidik Dg. Malureng. Dia adalah Pelaksana tugas Kepala Puskesmas Baturube, Kecamatan Bungku Utara, Morut. Kali pertama, Assidik menggunakan sebagian dana pribadinya demi memberikan makan minum pada para pasiennya.

“Apa yang dilakukan seorang Assidik patut dicontoh. Yang dilakukannya itu sudah menginspirasi pemerintah untuk melahirkan kebijakan baru,” jelas Aptripel.

Terpisah, Assidik Malureng menyebut hal yang dilakukannya semata sebagai trik untuk mengajak masyarakat agar mau berobat di Puskesmas.

Menurutnya, kebanyakan masyarakat yang berada jauh dari Puskesmas Baturube enggan berobat di fasilitas kesehatan yang sudah terakredetasi itu.

Dominan kendalanya karena mereka kekurangan biaya, pun itu sekedar tinggal sementara selama pengobatan.

“Banyak pasien mengaku kekurangan biaya. Karena itu kita berinisitif untuk menanggung makan minum pasien menggunakan uang pribadi saya,” ungkap Assidik kepada Radar Sulteng, Minggu (21/1).

Assidik menghaturkan terima kasih kepada Bupati Morut yang telah menjadikan upaya itu kedalam kebijakan pemkab.

“Alhamdulillah, pasien rawat inap di seluruh wilayah Morut akhirnya mendapat tanggungan makan minum. Terimakasih kepada bapak Bupati kita,” pungkasnya.

- Periklanan -

Sebelumnya, Bupati Morut Aptriel Tumimomor berserta rombongan mengunjungi Puskesmas Baturube, Jumat (19/1).

Bupati ingin meninjau langsung pelayanan kesehatan dan menjenguk pasien, sekaligus menyerap keluhan tentang kendala dalam pelayanan kesehatan.

“Pak Bupati juga menyerahkan bantuan tali kasih kepada para pasien di Puskesmas Baturube,” kata Kasubag Humas dan Protokoler Pemkab Morut Moh Syahdan Triansyah kepada Radar Sulteng, Sabtu (20/1).

Dari beberapa hal yang disampaikan pengelola fasilitas kesehatan itu, Bupati lantas meminta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Morut untuk segera mengirimkan dua orang Dokter ke Puskesmas Baturube.

“Rupanya dokter di Puskesmas Baturube sudah kosong. Namun kendala itu telah teratasi setelah Pak Bupati menelpon Kadis Kesehatan,” tandas Syahdan.

Terkait kekosongan tenaga dokter tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Morut Delnan Lauende menjelaskan bahwa semula Puskesmas Baturube telah memiliki dokter umum. Namun dokter itu telah melanjukan studi sebagai calon dokter ahli.

“Karena lulus tes dokter ahli, maka yang bersangkutan telah melanjutkan pendidikannya. Jadi kekosongan dokter itu sejak akhir Desember 2017,” jelas Delnan kepada Radar`Sulteng, Minggu (21/1).

Kekosongan itu lanjut Delnan telah diantisipasi dengan mengirimkan tenaga dokter baru sebagai pengisi antar waktu. Pasalnya, dokter pengganti sebelumnya sedang mengurus kartu keanggotaan IDI Jakarta ke Morut.

“Besok saya dan dokter pengisi antar waktu dari RSUD Kolonodale akan menuju Baturube. Sementara dokter yang telah mendaftar masih mengurus kartu IDI,” katanya.

Ia juga memastikan, tahun ini Dinkes Morut telah berupaya memenuhi seluruh permintaan fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan serta rumah tinggal dalam program Ana Lipu. Program Pemkab Morut itu meliputi daerah-daerah pedalaman di Kecamatan Bungu Utara dan Mamoslato.

“Kita masih kekurangan tenaga Bidan untuk tiga desa dalam cakupan program Ana Lipu. Semoga tahun ini bisa teratasi semua,” harap Delnan. (ham)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.