Pemkab Buol Diduga Terlantarkan Rusunawa Eks Rumah Sakit Covid-19

- Periklanan -

BUOL-Bangunan Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) yang berada di kelurahan Kali Kecamatan Biau Kabupaten Buol, yang pernah dijadikan sebagai Rumah Sakit sementara untuk penanganan Covid-19 pada tahun 2020 kini terkesan diterlantarkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol sebagai penanggungjawabnya.

Pantauan Radar Sulteng, sejak selesai dibangun di tahun 2019 lalu, yang diperuntukan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) golongam I dan golongan II di Kabupaten Buol Sulawesi Tengah (Sulteng), kini dibiarkan terlantar tidak terurus. Sempat digunakan sebagai rumah sakit sementara Covid-19 setelah itu terlantar lagi.

Pemkab Buol seakan tidak mampu mengurus fasilitas bangunan yang telah memguras uang rakyat miliaran rupiah, dibiarkan tidak berpenghuni. Padahal bangunan berlantai tiga, diisi 40 kamar. Masing-masing kamar memiliki fasilitas tempat tidur serta ruang tamu yang mewah. Kondisi saat ini bangunan yang berdekatan dengan Lembaga Pemasarakatan (Lapas) Buol sangat memprihatinkan.

- Periklanan -

Sebagian dinding bangunan yang menyedot dana APBN sekira Rp 40 miliar kondisinya kini sangat memprihatinkan. Sebagian kaca sudah rusak dan pecah, pagar pengaman bangunan sudah tidak ada raib entah kemana, pohon-pohon dan rumput liar tebal mulai mengelilingi bangunan. Pemkab Buol tidak memberi perhatian lagi untuk merawat bangunan tersebut, bangunanpun mubazir.

“ Kita lihat sendiri bangunan megah dengan miliaran uang rakyat dihabiskan, tapi Pemkab Buol tidak serius mengurusnya, “ ungkap tokoh masyarakat Buol, Jhony Hatimura kepada Radar Sulteng, Senin (26/7).
 
Ia menilai hampir seluruh bangunan yang bersumber dari dana APBN yang diperuntukan dalam rangka pembangunan di Kabupaten Buol tidak satupun berfungsi dengan sehat. Seperti pabrik garam di Desa Tamit, Pasar Raya Buol, dan Rusunawa yang sekarang mulai rusak karena tidak adanya perawatan dan pengawasan baik dari dinas teknis maupun DPRD Buol sendiri yang notabane memililki kewenangan penuh dalam mengawasi pembangunan di Kabupaten Buol.

Bantuan pemerintah pusat melalui Kementrian semestinya dijaga dengan baik, agar pada tahapan bantuan berikutnya tidak bermasalah.

“ Jika kita mengkritiki suatu masalah pembangunan selalu dijadikan musuh, padahal apa yang kita lakukakan itu tidak keliru, “ pungkas Jhony.(tam)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.