Pemkab akan Kembalikan Uang Sumbangan Para Guru

- Periklanan -

DONGGALA – Beredarnya surat imbauan yang berisikan permintaan sumbangan kepada seluruh guru di kabupaten Donggala sempat viral di media sosial dibenarkan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Donggala, H Aidil Nur SH MM.

Imbauan itu merupakan surat resmi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Donggala. Aidil juga membenarkan bahwa dirinya menandatangi langsung surat tersebut. Aidil menegaskan, imbauan permintaan sumbangan itu murni untuk korban bencana di Sulsel. “Iya benar, saya yang tanda tangani langsung surat itu,” katanya.

Permintaan sumbangan kepada ASN maupun guru tersebut kata Aidil sebagai bentuk kepedulian Pemkab Donggala kepada korban bencana di Sulsel. Oleh karena itu kata Aidil dirinya bersama pimpinan OPD menggelar rapat terkait pengumpulan dana untuk disumbangkan ke daerah terdampak bencana. “Pada waktu itu kita rencanankan ada 5 Kabupaten yang menjadi sasaran untuk diberikan sumbangan yaitu Kabupaten Barru, Jeneponto, Takalar, Gowa dan Maros,” sebutnya.

- Periklanan -

Dari hasil rapat tersebut, menurut Aidil masing-masing OPD sepakat untuk memberikan sumbangan sukarela tanpa ada paksaan. Akhirnya kata Aidil, uang yang terkumpul pada waktu itu sekitar Rp150 juta dan tambahan dari Korpri kabupaten Donggala sebesar Rp100 juta. “Uang ini lah yang kita serahkan kepada Kabupaten Gowa dan Jeneponto. Bantuan itu diserahkan langsung oleh Bupati Donggala kepada Bupati Gowa. Untuk Jeneponto itu diserahkan oleh Asisten dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga,” kata ketua Korpri Kabupaten Donggala ini.

Pada waktu itu kata Aidil, sumbangan dari para guru belum terkumpul. Namun rombongan Pemkab Donggala sudah tiba lebih dulu dan menyerahkan bantuan yang sudah terkumpul. Oleh karena itu menurut Aidil, sumbangan dari seluruh guru tak sempat lagi disalurkan kepada korban bencana. “Kita sudah sampai di tujuan, tapi sumbangan dari guru belum terkumpul. Jadi tidak sempat lagi kami salurkan,” ujarnya.

Saat ini uang yang terkumpul dari guru-guru tersebut menurut Aidil nilainya sebesar Rp400 juta lebih. Uang itu saat ini kata Aidil disimpan di rekening Korpri Donggala. Aidil mengungkapkan, uang tersebut akan dikembalikan kepada masing-masing guru. “Uang itu masih utuh. Saya instruksikan kepada Kepala Disdikbud untuk mengembalikan uang itu kepada masing-masing guru. Kalau misalnya nanti guru-guru ingin tetap menyalurkannya, bisa juga melalui PGRI untuk disalurkan langsung ke Sulsel. Intinya dikembalikannya uang guru ini bukan karena viral di Medsos tapi karena tidak sempat lagi disalurkan,” ungkapnya.
Aidil mengaku, permintaan sumbangan kepada guru memang ditetapkan nilainya berdasarkan golongan. Namun Aidil mengatakan, nilai yang dicantumkan dalam surat imbauan itu tidak seberapa jika dibandingkan dengan sumbangan yang telah diberikan oleh warga dan Pemerintah Sulsel kepada Donggala beberapa bulan lalu. “Kita bisa lihat sendiri, seperti apa sumbangan mereka dulu kepada kita. Termasuk sumbangan untuk guru-guru kita di Donggala. Permintaan sumbangan itu sebagai bentuk kepedulian kita sesama korban bencana,” tandasnya. (ujs)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.