Pemerintah Upayakan Percepat Penyelesaian Bandara Banggai Laut

- Periklanan -

BALUT-Kementerian Perhubungan berupaya mempercepat proses penyelesaian pembangunan bandar udara di Kabupaten Banggai Laut (Balut), Sulawesi Tengah (Sulteng). Upaya ini dilakukan mengingat keberadaan bandara menjadi solusi bagi masyarakat setempat yang membutuhkan transportasi lebih cepat dan efisien. Bandara ini juga strategis untuk pembangunan ekonomi, pertahanan dan keamanan, penyelenggaraan pemerintahan, serta pengembangan pariwisata.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengutarakan hal tersebut menanggapi permintaan masyarakat Balut. “Bandara ini juga dapat meningkatkan aksesibilitas antarpulau dan mampu mengembangkan potensi pariwisata,” kata Budi Karya pada Jumat, pekan lalu di Jakarta. “Untuk itu akan dipertimbangkan, dipercepat sesuai dengan rencana yang telah disusun,” tegasnya.

Masyarakat Balut yang diwakili Ridaya Laodengkowe telah menyampaikan permohonan kepada Menteri Perhubungan untuk mempercepat pembangunan bandara tersebut. Menurut dia, pemerintah daerah telah memberikan dukungan anggaran dalam bentuk pengadaan tanah. Adapun pembangunan bandara, menjadi domain pemerintah pusat.

Ridaya menjelaskan, Balut terdiri atas pulau-pulau, sehingga adanya bandara akan mempercepat akses ke wilayah Balut. Saat ini, masyarakat Banggai Laut butuh waktu delapan jam perjalanan dengna kapal laut menuju bandara terdekat di Kota Luwuk, Kabupaten Banggai.

- Periklanan -

Ridaya juga menyampaikan usulan berupa pembangunan dermaga ferry di tiga pulau yakni Bangkurung/Bangkulu, Labobo, dan Salue/Bokan. Dermaga ini akan mempermudah lalu lintas orang, kendaraan, dan barang di wilayah setempat. Saat ini masyarakat Balut masih kesulitan mengangkut mobil dan kendaraan berat ke berbagai pulau di wilayah ini. Ekonomi pun menjadi berbiaya tinggi. “Kalau dermaga sudah jadi, maka soal kapal ferry bisa kami sewa dari armada yang tidak terpakai dari daerah lain,” ujar Ridaya.

Menanggapi permohonan pembangunan dermaga tersebut, Menteri Budi akan mempertimbangkannya. “Prinsipnya, pemerintah ingin masyarakat di pulau dan daerah terpencil mendapat kemudahan akses untuk melakukan mobilisasi. Ini bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah antarpulau khususnya di daerah terluar, terpencil, tertinggal dan perbatasan,” ucap Menteri Budi.

Sementara itu, dalam keterangan persnya kepada media ini, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Balut, Dr. Idhamsyah sangat mendukung upaya dari Menteri Perhubungan untuk mempercepat pembangunan Bandara Balut. “Kami sangat mendukung upaya pemerintah untuk membangun Bandara di Balut, “ ujar Idhamsyah.

Idham menyebutkan sejauh ini telah ada upaya dari tokoh masyarakat Balut yang juga calon Wakil Bupati Balut Ridaya Laodengkowe, yang mengirim usulan kepada Menteri Perhubungan agar Bandara di Balut segera dibangun. Demikian juga dengan potensi kapal ferry untuk dimaksimalkan perannya.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.