Pembunuh Wartawati Itu Diduga di Bawah Pengaruh Narkoba

- Periklanan -

TERTANGKAP : Pelaku pembunuh wartawati yang tidak lain suaminya sendiri saat digiring polisi menuju tahanan Polres Palu, Minggu (19/3). (Foto: Agung Sumadjaya)

PALU – Pelaku Pembunuhan Rinu Johanes Sandipu, terhadap Wartawati Palu Ekspress, Maria Yeane Agustiati alias Maria Amanda, yang tidak lain adalah suami korban suaminya sendiri, diduga saat melakukan pembunuhan pelaku dalam pengaruh Narkoba.

Kapolres Palu, AKBP Christ R Pusung, Kamis (23/3) mengatakan, dari keterangan sejumlah saksi termasuk ada SMS yang dikirim ke saudara korban sebelum korban akhirnya meninggal dibunuh pelaku, yang isinya korban menyampaikan ke saudaranya bahwa pelaku masih menggunakan narkoba. “Pengguna narkoba kan emosinya tidak stabil. Bisa jadi masih dalam pengaruh narkoba saat pelaku membunuh istrinya,” ujarnya.

Hal itu kata Christ Pusung, masih akan didalami penyidik. Untuk saat ini pengakuan pelaku, motif dia membunuh istrinya dengan cara melilitkan selendang ke leher korban, karena setelah bertengkar hebat dari malam dan berlanjut paginya, pelaku sakit hati karena terus dituduh mengambil uang korban yang sering hilang. “Pengakuan pelaku seperti itu. Tapi penyidik masih bekerja merampungkan berkas perkaranya,” ujarnya.

- Periklanan -

Bagaimana dengan rencana rekonstruksi ? Mantan Kapolres Tolitoli itu mengaku, masih menunggu hasil dari penyidik kapan akan dilaksanakan rekonstruksi. “Nanti penyidik yang tentukan, kapan akan dilaksanakan rekonsttruksi. Apakah nanti akan dilaksanakan di TKP atau hanya akan dilakukan di halaman polres. Kita lihat nanti bagaimana situasinya,” jelasnya.

Mengenai dugaan pelaku sebagai pengguna narkoba ? Kapolres Christ mengatakan, untuk benar tidaknya pelaku juga sebagai pengguna narkoba itu akan dilakukan pemeriksaan terpisah oleh satuan narkoba. “Kita juga akan periksa soal dia pengguna narkoba atau tidak,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, wartawati Maria Yeane Agustiati atau Maria Amanda menjadi korban KDRT oleh suaminya sendiri pada, Jumat 17 Maret 2017 sekitar pukul 10.00 Wita di Jalan Karoya, Kecamatan Palu Selatan.

Terpisah Kajati Sulteng Sampe Tuah. SH saat berada di ruangan Asiten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulawesi Tengah, Rabu (22/3) lalu mengaku akan menjadikan kasus pembunuhan wartawati korban KDRT sebagai atensi. Pihaknya akan menyampaikan kepada penyidik agar meneliti pasal, sampai pada titik, koma berkas kasus tersebut. “Saya atensi kasus ini. Apalagi kasus ini adalah kasus KDRT,” kata Kajati.

Sampe Tuah, yang saat menjabat sebagai Aspidsus Kejati Sulawesi Tengah 10 tahun lalu mengaku, sering berkomunikasi dengan korban (almarhumah Manda, red) saat masih menjadi wartawati yang ngepos di Kajati, ikut merasakan kehilangan dan duka cita mendalam. “Almarhumah ini sering sekali konfirmasi ke saya saat saya masih Aspidsus. Makanya begitu saya ke Palu saya sempat Tanya teman-teman wartawan di Palu, mana wartawati yang murah senyum itu yang dulu sering temui saya,” tuturnya mengenang.  (ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.