Pembunuh Wartawati akan Jalani Sidang Perdana

- Periklanan -

Inilah terdakwa Johanes Sandipu, terduga pembunuh wartawati di Kota Palu saat, akan digiring ke Rutan Klas II Palu. (Foto: Mugni Supardi)

PALU –  Rabu (31/5) pekan depan, Johanes Sandipu (35), terdakwa perkara dugaan tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang mengakibatkan meninggalnya korban wartawati Media Palu Ekspres, (Alm) Maria Jeane Agustiati alias Maria Amanda, akan menjalani sidang perdana.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri (PN) Klas IA/PHI/Tipikor Palu, telah melimpah berkas terdakwa ke  Pengadilan Negeri (PN) Klas IA/PHI/Tipikor Palu. Sidang perdana yang akan dijalani terdakwa, merupakan penetapan dari Majelis Hakim.

“Jadwal sidang itu, merupakan penetapan dari Majelis Hakim yang telah ditetapkan oleh Ketua Pengadilan Negeri (PN) Klas IA/PHI/Tipikor Palu, untuk memeriksa dan mengadili perkara itu,” ungkap Humas Pengadilan Negeri (PN) Klas IA/PHI/Tipikor Palu, Lilik Sugihartono SH.

Kata lilik, berkas perkara atas nama terdakwa Yohanes Sandipu, telah masuk dan terdaftar di pengadilan, sejak Tanggal 24 Mey 2017, baru baru ini. Berkas perkara atas nama terdakwa tersebut, terdaftar di Panitera Pidana, dengan Nomor 203/Pid.Sus/2017/PN Pal. “Terdaftar dengan klasifikasi perkara kekerasan dalam rumah tangga,” tutur Lilik lagi.

Majelis Hakim, yang memeriksa perkara itu kata Lilik, diantaranya Hakim Ketua adalah I Made Sukanada SH MH, dua hakim Anggota diantaranya Erianto Siagian SH MH, serta Ernawati SH MH. Sementara Panitera Penggantinya adalah Evi SH.

- Periklanan -

“Ketiga Majelis Hakim ini yang akan memeriksa perkara ini. Berdasarkan penetapan ketua pengadilan. Selanjutnya jadwal sidang yang tetapkan para Majelis Hakimnya,” ujar Lilik.

Sebagaimana terdaftar di Panitera Pidana, bahwa dalam perkara ini terdakwa kasus dugaan KDRT yang mengakibatkan korban atau istri terdakwa sendiri meninggal dunia, oleh penuntut menjeratnya dengan dakwaan alternatif yang sifatnya lex spesialis yakni Pasal 44 Ayat (1) UU RI No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Padahala sebelumnya diberitakan saat pelaksanaan Tahap II, terdakwa juga didakwa alternatif dengan tiga ancaman pasal, selain KDRT, juga dijerat pasal 338 KUHP, dan Pasal 351 ayat 3 KUHP. Ternyata JPU, lebih menerapkan pembuktian perbuatan terdakwa ke pasal lex spesialis tentang KDRT.

Hal ini juga diakui Jaksa Surianto SH dari Kejari Palu selaku JPU.  Penerapan lex spesialis pasal 44 Ayat (1) UU RI No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, untuk membuktikan perbuatan terdakwa Johanes Sandipu, karena terdakwa dengan korban adalah benar pasangan suami istri yang resmi. “Tetap didakwa Alternatif, hanya kita lebih menerapkan pasal 44 ayat 1, UU Tentang KDRT,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, terdakwa Johanes Sandipu, adalah pelaku dugaan KDRT. Korban yang dibunuhnya tidak lain adalah istrinya sendiri. Saat pelaksanaan tahap dua atau pelimpahan terdakwa bersama barang buktinya, ke penuntut umum. Sedianya penuntut umum menerima 9 barang bukti.

Diantaranya motor yang digunakan terdakwa melarikan diri ke Poso, kemudian selendang yang digunakan terdakwa untuk membunuh korban dengan cara melingkarkannya keleher korban. Pelaksanaan sidang yang akan dijalani terdakwa adalah proses hukum untuk mengetahui perbuatan terdakwa seperti apa terhadap korban. (cdy)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.