Pembunuh PSK Dituntut 14 Tahun Penjara

- Periklanan -

Ilustrasi (@jpnn.com)

PALU – Asrul terdakwa perkara dugaan tindak pidana pembunuhan warga di eks lokalisasi tondo, Kecamatan Mantikulore telah menuai tuntutan pidana dari jaksa penuntut umum di Pengadilan Negeri (PN) Klas IA/PHI/Tipikor Palu, Selasa (5/12).

Dia yang terbukti membunuh akhirnya dituntut pidana penjara selama 14 tahun.

Tuntutan pidana terdakwa Asrul dibacakan jaksa Thomas SH dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Palu. Sidang itu dipimpin I Made Sukanada SH MH didampingi dua hakim anggota Ernawati Anwar SHMH dan Agus Safuan Amijaya. Dalam tuntutan jaksa penuntut umum perbuatan terdakwa Asrul terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan pidana “Pembunuhan” yang diatur dan diancam pidana pasal 338 KUHP.

“Menjatuhkan pidana penjara karena kesalahannya itu kepada terdakwa Asrul berupa pidana penjara selama 14 tahun. Dikurangkan dengan lamanya masa tahanan yang telah dijalani terdakwa dengan perintah terdakwa tetap ditahan,” ungkap Thomas membacakan amar tuntutan untuk terdakwa Asrul.

Perbuatan terdakwa dituntut hukuman penjara demikian karena berdasarkan fakta yang terungkap dipersidangan sesuai keterangan saksi di bawah sumpah menjelaskan bahwa saksi melihat korban mengalami luka tusuk pada bagian dagu luka bekas gorokan pada bagian leher, luka bekas tusukan pada ketiak, luka pada betis sebelah kiri, luka iris pada telapak tangan kiri.
Keterangan saksi itu dihubungkan dengan keterangan terdakwa yang menjelaskan di depan persidangan.

- Periklanan -

“Bahwa terdakwa mengakui melakukan penusukan, penikaman kebagian leher, di bagian perut sebanyak dua kali, di bagian dada, bagian pipi sebelah kanan, betis satu kali. Setelah itu terdakwa menusukkan menikam korban secara berulang ulang kali, karena terdakwa emosi,” terang Thomas sebagaimana isi pertimbangan tuntutannya.

Tuntutan itu telah berdasarkan pertimbangan yang memberatkan dan yang meringankan. Yang memberatkan perbuatan terdakwa dilakukan secara sadis, dan akibat perbuatan terdakwa korban mengalami beberapa luka tusukan, pendarahan yang akhirnya meninggal di rumah sakit.

Sementara pertimbangan tuntutan yang meringankan, terdakwa berterus terang dan menyesali perbuatannya, terdakwa berlaku sopan selama dalam persidangan, terdakwa belum pernah dihukum.
“Selain itu, terdakwa telah meminta maaf kepada keluarga korban. Namun keluarga korban menginginkan terdakwa dihukum sesuai dengan perbuatannya,” terang Thomas lagi.

Untuk barang bukti dalam tuntutan jaksa penuntut umum antara lain satu bungkus kondom, satu buah pisau dan sarungnya, satu buah celana dalam, jaket dirampas untuk dimusnakan. Sementara barang bukti, satu lembar celana dalam perempuan, rok, suprei, kasur dan satu lembar sarung dikembalikan kepada keluarga korban.

Selanjutnya terdakwa Asrul akan menjalani sidang pembelaan. Majelis Hakim I Made Sukanada memberikan kesempatan selama sepekan untuk terdakwa menyiapkan pembelaannya.

Sebelumnya diberitakan, terdakwa Asrul diduga membunuh warga atau pekerja seks komersial di eks lokalisasi tondo. Dia membunuh korban ketika sementara melakukan hubungan badan. Antara terdakwa dan keduanya saat itu sempat terjadi percecokan sekaitan dengan masalah pembayaran, merasa diancam korban, terdakwa yang membawa pisau nekat menghabisi nyawa korban. (cdy)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.