alexametrics Pembuat Surat Rapid Palsu Kenal Baik dengan Orang Tua Korban – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Pembuat Surat Rapid Palsu Kenal Baik dengan Orang Tua Korban

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – 18 orang siswa Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang hendak ke Jakarta dengan maskapai Batik Air nomor penerbangan ID 6561 pukul 07.00 wita, Kamis (11/2), harus gagal berangkat. Dokumen kesehatan yakni surat hasil rapid test yang merek bawa rupanya palsu, setelah diperiksa petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu.

Dokumen kesehatan dengan hasil rapid test antigen itu mencatut nama Klinik Agung jalan Ramba, Palu Selatan.
“Langsung ditangani Pospol bandara, dan diserahkan ke Polsek Palu Selatan,” kata Kepala Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu, Ubaedillah.

Penanggung Jawab KKP Kelas III Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Palu, dr Lisda mengungkapkan, setelah melakukan koordinasi dengan Klinik Agung rupanya data 18 orang itu tidak terdaftar.

“Tugas kami mengesahkan dokumen kesehatan apakah benar-benar asli atau palsu. Dilihat dari kliniknya yang bersangkutan dulu, terdaftar tidak, untuk kasus yang 18 orang tadi tidak terdaftar,” terang dr Lisda.

Lisda mengakui tidak terlalu faham, apakah 18 penumpang ini benar melakukan tes atau tidak. “Saya hanya memvalidasi atau membuktikan apakah surat asli atau palsu,” tambahnya.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah Kapolsek Palu Selatan AKP Dade Abdullah mengatakan, setelah ditelusuri dan dilakukan penyelidikan kepada korban yang merupakan siswa IPDN dan orang tua yang mengantar, rapid test antigen dikeluarkan oleh terduga pelaku berinisial FS beralamat di jalan Basuki Rahmat.

“Kami datangi rumahnya dan mengamankannya di Polsek Palu Selatan. Setelah itu diupayakan dimediasi,” jelasnya.

Lanjut Kapolsek Palu Selatan, setelah difasilitasi untuk bernegosiasi, terduga pelaku ini berniat baik untuk mengganti kerugian tiket pesawat yang dibatalkan, termasuk rapid test anti gennya jika diperlukan untuk dikeluarkan kembali yang bersangkutan bersedia mengganti kerugiannya.

Pihaknya juga mendampingi pelaku untuk memenuhi tuntutan dari orang tua siswa IPDN untuk mendapatkan tiket keberangkatan besok pagi (Jumat 12/2, red) dengan penerbangan yang sama. Akan tetapi, untuk rapid test antigen tersebut tidak bisa dipenuhi, sehingga orang tua siswa ini berinisiatif melaksanakan rapid test antigen masing-masing ke tempat yang lebih dipercaya.

“Informasi awal dibayar Rp 200 ribu,” singkap AKP Dade.

Untuk profesi terduga pelaku Dade Abdullah belum berani menyimpulkan, karena masih melakukan tindakan awal penyelidikan dan memediasi korban supaya kerugian tidak terlalu besar. Mungkin kata dia, nanti ditahap penyidikan didalami profesi pelaku.

“Untuk tindak pidananya akan ditentukan setelah didalami dan penyidikan oleh Polres Palu,” jelasnya.

Saat ini terduga pelaku dan barang bukti sudah diamankan ke Polres Palu untuk proses selanjutnya. Barang bukti yang diamankan ada 17 lembar dokumen rapid test antigen beserta testernya. Menurut Kapolsek, sebenarnya ada 18 lembar dokumen, namun yang satu lembar itu setelah dilakukan pemeriksaan oleh KKP mungkin masih disimpan oleh petugas di Bandara.

Kapolsek mengakui, dari 18 orang dengan orang tuanya kenal baik dengan FS. Bahkan untuk pelaksanaan rapid test anti gen benar-benar dilakukan, berdasarkan pengakuan dari siswa IPDN. “Mereka dikumpulkan di salah satu rumah temannya, terus ada pelayanan sebagaimana rapid test itu sendiri,” sebutnya.

Klinik Agung selaku pihak fasilitas kesehatan yang dicatut dalam dokumen yang dipalsukan dari pantau Radar Sulteng sudah selesai membuat laporan ke Polres Palu.

“Di surat yang dipalsukan itu tidak melampirkan nomor telepon klinik dan tanda tangan direktur sangat berbeda,” kata Manajer Opersional Klinik Agung, dr Fauzi Mkes usai menjalani proses BAP di Porles Palu. (acm)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.