Pembiaran Dugaan Kasus Perselingkuhan serta Nikah Siri AB dan OA

Haruskah Belajar dari Kasus Sebelumnya

- Periklanan -

TOUNA-Cerita tentang kejadian dugaan perselingkuhan yang diduga dilakukan oleh AB dan OA pernah terjadi di medio September 2019, dimana pada saat itu tindakan yang dilakukan adalah hanya sebatas memperingati OA dan AB agar tidak mengulangi lagi perbuatannya, yang kemudian ditindaklanjuti dengan membuat surat pernyataan yang ditandatangani oleh OA.

“ Olehnya, ketika peristiwa ini kembali terjadi dengan pelaku yang sama, dan pada saat saya melaporkan kasus dugaan perselingkuhan yang disertai dengan dugaan nikah siri ini ke Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Touna selaku atasan OA. Karena OA adalah Kepala Seksi pada dinas tersebut. Sontak saja Pak Kadisnya hampir-hampir tidak percaya dan berkata kepada kami bahwa kan sudah ada surat pernyataan dari OA untuk tidak berbuat lagi. Kenapa OA berbuat seperti itu lagi, “ beber sumber, menirukan pernyataan isteri AB, Maryani Y. Rani.

Sumber kemudian memaparkan kronologis peristiwa penggerebekan yang terjadi pada 20 Mei 2021, sekitar pukul 21.30 Wita. Penggerebekan dilakukan oleh beberapa personel Polres Touna, sebagai saksi hidup kejadian, yang disertai dengan penangkapan dugaan perselingkuhan antara AB pejabat di Bappeda Touna dan OA pejabat di Dinas Penanaman Modal dan PTSP Touna, dengan TKP-nya sebuah rumah warga di kompleks BTN Uemolingku, Tojo Unauna (Touna).

“Setelah kejadian penggerebekan dimalam tersebut, isteri AB Maryani Y. Rani berusaha untuk melaporkan peristiwa dugaan perselingkuhan itu ke berbagai pihak. Dengan harapan, mendapatkan respon dan perhatian untuk selanjutnya diberikan sanksi serta hukuman sesuai ketentuan dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 417 dan PP 53 Tahun 2010 tentang Disiplin ASN, karena yang digrebek adalah pasangan ASN..

Anehnya lagi, jelas sumber, ketika isteri AB, Maryani ini bersusah payah untuk mencari keadilan atas apa yang terjadi pada rumahtangganya terhadap perselingkuhan sang suami dengan OA, dia mendapat surat panggilan dari BKPSDMD Touna untuk dimintai keterangan terhadap surat permohonan AB yang meminta persetujuan cerai. Ada apa ?

Sesuatu yang mudah ditebak bahwa surat permohonan cerai dari AB ini adalah by desain. Anehnya, kenapa BKPSDMD Touna bukannya memprioritaskan penyelesaian kasus dugaan perselingkuhan dan nikah siri terlebih dahulu, yang tengah bergulir untuk kemudian diberikan sanksi dan hukuman sesuai PP 53 Tahun 2010 Tentang Disiplin ASN.

“ Namun, ada baiknya juga pada saat itu Maryani Y. Rani langsung menandatangani Surat Pernyataan Tidak Setuju untuk dicerai dan tidak memberikan izin kepada AB untuk kawin lagi dengan wanita manapun juga. Surat pernyataan tersebut ditandatangani oleh Maryani Y. Rani dihadapan petugas pemeriksa BKPSDMD Touna. Maka dengan begitu, bila keduanya (AB dan OA) masih nekat melakukan pertemuan fisik, menurut PP 53 Tahun 2010 sanksi dan hukumannya adalah pemecatan, “ tegasnya.

Perkembangan selanjutnya, kata sumber, belakangan diketahui lewat media online AB melalui kuasa hukumnya melaporkan Maryani ke Polres Touna. Adapun muatan substansi pelaporannya belum diketahui.

- Periklanan -

“ Biarlah itu berproses sesuai ketentuan dan insya Allah dengan kekuatan yang Allah SWT berikan kepada saya, insya Allah saya siap hadapi sendirian. Karena sudah menjadi tekad saya untuk mempertahankan dan menjaga keutuhan rumah tangga saya dengan AB, “ jawab Maryani, dikutip sumber.

Pantauan media ini, perjalanan kasus dugaan perselingkuhan dan nikah siri antara AB dan OA ini, Maryani Y. Rani selaku isteri sah dari AB, dengan segala cara dan usaha telah dilakukan termasuk melaporkan kejadian tersebut ke berbagai pihak, namun upaya tersebut ternyata tak membuahkan hasil. Kasus ini sempat “tenggelam” untuk waktu yang cukup lama (waktu kejadian penggerebekan oleh Polisi 20 Mei 2021).

Tetapi, kasus ini mencuat kembali melalui pemberitaan koran ini pada edisi 28 Juni 2021. Dari rentang waktu yang cukup lama “tenggelamnya” kasus ini, maka patut diduga kasus penggerebekan dugaan perselingkuhan serta nikah siri antara AB dan OA kelihatannya ada upaya agar kasus ini “dilenyapkan”.

“ Bayangkan saja, jika seandainya tidak ada pemberitaan di koran ini, maka sia-sia saja upaya saya selama ini yang saya perjuangakan, “ ucap Maryani.

Makanya, kata sumber, hati-hati dengan doa orang terdzolimi, karena telah terjadi pembiaran dugaan perselingkuhan yang nyata dan terang benderang melaui penggerebekan yang disertai penangkapan di dalam kamar di sebuah rumah warga. Bukan tidak mungkin cobaan-cobaan yang terjadi di negeri ini, semisal gempa bumi adalah suatu bentuk peringatan dari Allah atas pembiaran dugaan kasus ini.

“Ini bukan kasus korupsi atau narkoba,, biasa saja lea, suatu kalimat yang terucap dari mulut seorang pejabat pelaku dugaan perselingkuhan ini (OA). Kalimat yang diucapkan oleh OA ini sesungguhnya merupakan penggambaran pribadi yang menganggap remeh soal perselingkuhan. Sepertinya bagi OA soal perselingkuhan adalah sesuatu hal yang biasa saja. Wah, ini berbahaya. Karakter pejabat seperti ini sungguh sangat memprihatinkan, dan kepada pemangku kepentingan hal ini malah dilakukan pembiaran. Peringatan dari Allah seperti apalagi bentuknya yang ditunggu untuk kiranya segera ada sanksi dan hukuman bagi AB dan OA, mengingat waktu perberkasannya sudah sangat lama, tunggu apalagi, “ ujarnya, menganalisis.

Dikatakannya, terlalu besar taruhannya “penyelematan” kasus ini, hingga Allah memberikan peringatan kepada pelaku dugaan perselingkuhan yang tertangkap tangan melalui suatu tindakan penggerebekan yang dilakukan oleh petugas Polres Touna. Bukti dan argumentasi apalagi yang ditunggu?

“ Miris hati ini ketika kita melihat seorang ibu dengan 3 anaknya berusaha untuk berlindung digelapnya malam, ketika gempa mengguncang Touna dengan magnitudo 6,5 SR tanpa ada suami dan ayah disamping mereka. Menjadi pertanyaan, kemana sosok suami dan ayah yang mereka banggakan selama ini ketika gempa itu terjadi. Masihkah kita menganggap ini adalah hal yang biasa saja. Masihkah kasus dugaan perselingkuhan dan nikah siri ini dilakukan pembiaran tanpa ada konsekwensi hukum kepada para pelaku. Silakan jawab dan dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT, “ pungkasnya.(tim)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.