Pembekalan Terintegrasi PPIH

- Periklanan -

JAKARTA-Pembekalan terintegrasi dilaksanakan secara bersama-sama antara petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun 2019, yang terdiri dari petugas dari Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Dalam pembekalan terintegrasi ini diharapkan agar bertugas sudah mulai berkoordiansi antar tim dan antar Daerah Kerja (Daker), baik petugas dari Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan. Ibadah haji identik dengan ibadah fisik, oleh karena itu perlunya penyiapan fisik dan mental petugas haji sebelum keberangkatan ke Arab Saudi. Pada pembekalan terintegrasi ini mengangkat tema ”Menyiapkan Petugas Haji Yang Bersih dan Melayani Dengan Menjunjung Tinggi 5 Nilai Budaya Kerja.”
Menteri Agama RI, Drs H Lukman Hakim Syaifudin berpesan, lima hal yang harus yang dipahami sebagai petugas haji, pertama, bersyukur dan bersemangat dalam menyiapkan melayani tamu-tamu Allah, karena menjadi seorang petugas merupakan penghormatan dan penghargaan dari negara serta merupakan anugerah Allah yang merupakan orang plihan Allah. Sebagai petugas juga harus pintar memaknai takdir nya agar mampu melaksanakan tugas dan fungsinya sebagi petugas haji.
Kedua, memasang niat mulai dari sekarang bahwa seorang bertugas berangkat ke Arab Saudi adalah untuk bertugas bukan untuk beribadah haji. Ketiga, memaknai fungsi dan tugas sebagai petugas haji, yaitu fungsi perlindungan, pelayanan dan pembinaan terhadap seluruh jemaah haji Indonesia. Melayani jauh lebih mulia daripada yang dilayani.

Keempat, setiap petugas haji harus memiliki kesadaran penuh untuk bersatu sebagai petugas haji Indonesia. Petugas haji tidak boleh ada konflik dan bersiteru. Kelima, tantangan kita sebagai petugas haji tahun 2019 adalah penambahan kuota jemaah haji. Kuota haji tahun 2019 sebanyak 231.000 orang. Oleh karena itu sebagai petugas harus lebih semangat dan bekerja secara professional agar dapat menambah medan amalnya.
Lukman sangat mengapresiasi semua pihak yang selalu memberikan dukungan dengan fungsi pengawasan selama penyelenggaraan ibadah haji setiap tahunnya.
Pada acara pembukaan pembekalan ini Menteri Agama RI didampingi Ketua Komisi VIII DPR RI, Ketua BPK, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Kepala Pusat Kesehatan Haji, dan Direktur Pembinaan Haji, serta Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri dan segenap pejabat di lingkungan Kemenkes dan Kemenag.
Pembekalan terintegrasi ini dilaksanakan di Asrama Haji Pondok Gede pada 23 April sampai dengan 2 Mei 2019. Peserta pembekalan ini terdiri dari petugas PPIH Kesehatan (dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, sanitarian, farmasi, surveilans, radiographer, tenaga elektro medis, tenaga rekam medis dan semua tim manajerial PPIH Arab Saudi) dan dari Kemenag (Perlindungan jamaah, Pelayanan, Konsultan Ibadah).

- Periklanan -

Sementara itu, calon PPIH Arab Saudi untuk Sulteng dari Bidang Kesehatan ada 7 orang dan dari Kemeng sebanyak 6 orang, jadi total dari Sulteng 12 orang dari 1.200 peserta pelatihan.

Salah satu peserta PPPI Bidang Kesehatan Sulteng, drg Lutfiah MKM, yang juga Kabid P2 dan Kesling Dinkes Kota Palu, menyatakan, semoga pelayanan jamaah haji tahun ini dan kedepannya lebih baik lagi. “ Petugas sehat, jamaah sehat, sehingga dapat beribadah haji dengan baik dan menjadi haji yang mabrur. Kami sebagai petugas adalah Tugasku Ibadahku, “ ujarnya, kepada Radar Sulteng, kemarin.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.