Pembangunan Wisma Haji Palu Belum Meyakinkan

- Periklanan -

Pembangunan Wisma haji transit Palu belum rampung dan menyeberang tahun. Tampak bagian depan pembangunan yang diklain progresnya 70 persen tersebut. (Foto: Muchsin Sirajudin)

PALU – Pembangunan Wisma Haji transit Palu, yang rencananya akan digunakan dikegiatan embarkasi Haji Sulawesi Tengah (Sulteng) kini terus digenjot pembangunannya. Pantauan Radar Sulteng di lokasi pembangunan, masih banyak yang belum meyakinkan progress pembangunan Wisma Haji yang bermata anggaran Rp 43,6 miliar itu.

Meski dikatakan oleh Direktur pelaksana pembangunan Wisma Haji PT PT. Tirta Dhea Addonnics Pratama (PT TDAP), Wawan, progress pembangunan Wisma Haji sudah 70 persen. Namun terlihat disana-sini masih kurang atau belum maksimal, antara lain belum ada instalasi listrik yang masuk, termasuk travo listrik, instalasi air bersih, belum ada bangunan dan bak penampungan air bersih sebagai sarana penunjang, kuda-kuda plafon yang terbuat dari baja ringan posisinya belum kuat, masih dipasangi rangka plafon besi sementara.

“ Progres bangunan ini sudah 70 persen, “ ungkap Wawan, di lokasi proyek Wisma Haji, Minggu (22/4).

Bangunan Wisma Haji saat ini diperpanjang waktu selama 120 hari sejak awal April 2018. Oleh banyak kalangan, terutama pemerhati pembangunan perkantoran Sulteng melihat banyak kejanggalan. Terutama masa perpanjangan yang begitu panjang, 120 hari. Setelah kontraktor pelaksana tidak mampu merampungkan bangunan ini pada 31 Desember 2017 lalu.

Sumber resmi menyebutkan, proyek pembangunan Asrama Haji Transit Kota Palu milik Kementerian Agama Wilayah Provinsi Sulawesi Tengah dengan nilai anggaran Rp 43.6 miliar dari APBN 2017 yang dikerjakan PT. Tirta Dhea Addonnics Pratama sejak 22 Juni 2017 lalu, dengan masa kerja 180 hari dan seharusnya berakhir pada 31 Desember 2017 lalu namun hingga kini proyek tersebut masih terus berjalan.

- Periklanan -

“Mestinya 50 hari saja perpanjangannya, ini amanat undang-undang lho, “ beber seorang pengamat, yang minta namanya tidak dikorankan identitasnya.

Bangunan Wisma Haji direncanakan lima lantai, memang sudah terlihat bentuk dan struktur bangunannya. Tetapi untuk progress 70 persen, pengamat bangunan ini tidak meyakininya, selain kualitas bangunan diragukan, banyak sarana pendukung belum terpasang di gedung tersebut. Misalnya dukungan isntalasi listrik dan air bersih. “ Bagaimana mau dikatakan 70 persen, bangunan itu belum dilengkapi sarana listrik dan air bersih, “ tandasnya.

Semantara itu, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Hj Nur, yang ditemuai di lokasi pembangunan Wisma Haji mengungkapkan bila dirinya telah mencairkan anggaran pembangunan Wisma Haji sebesar 30 persen atau Rp 15 miliar. “Yah kami sudah mencairkan dana pembangunan Wisma Haji sebanyak Rp 15 miliar. Hasilnya seperti ini, “ tutur Haji Nur.

Selain fisik bangunan yang kini disoroti warga Sulteng, ada dugaan bila proyek ini dikerjakan oleh keluarga dekat Menteri Agama RI Lukman Hakim. Tetapi tudingan itu buru-buru ditepis Direktur PTTDAP, Wawan, bahwa proyek itu murni hasil kualifikasi atau proses tender. “Proyek ini bukan proyeknya siapa-siapa apalagi Menteri Agama. Tidak benar itu, “ tegas Wawan.

Demikian pula tudingan yang menyebutkan istimewanya pembangunan wisma Haji yang masa perpanjangannya diberikan hingga 120 hari kalender atau sekira empat bulan. “ Soal ini juga biasa dalam masalah perpanjangan waktu kerja, untuk melanjutkan kegiatan pekerjaan ini, memang perusahaan kita diberikan waktu 120 hari kalender,  “ katanya.

Warga Sulteng terus mengawal dan memperhatikan kelanjutan pembangunan proyek ini, yang sangat mengharapkan proyek ini selesai tepat waktu, dan diperkirakan rampung Agustus atau bulan September 2018 nanti. Sebab, bila proyek ini molor maka embarkasi Haji tetap akan dilakukan di Balikpapan seperti sebelumnya. Maka sia-sia perjuangan pemerintah dan rakyat Sulteng selama ini, yang telah memperjuangkan embarkasi haji sendiri dan otonom.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.